SMAN 10 Pentagon Juara Lomba Parade Cinta Tanah Air

Endang/Bengkulu Ekspress Siswa SMAN 10 Pentagon, pemenang lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat Provinsi Bengkulu, yang dilaksanakan di aula Hotel Ananda, Kamis (3/8).
Endang/Bengkulu Ekspress Siswa SMAN 10 Pentagon, pemenang lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat Provinsi Bengkulu, yang dilaksanakan di aula Hotel Ananda, Kamis (3/8).

Imanuel Oktavianus, dan Rifa Farida Adhyma.Siswa kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMAN 10 Pentagon, Kabupaten Kaur. Berhasil menarik simpati juri dalam lomba Parade Cinta Tanah Air, yang digelar di aula Hotel Ananda sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (3/8). Duo sekawan ini berhasil menjadi pemenang utama Lomba Parade Cinta Tanah Air tingkat Provinsi Bengkulu. Dengan mengumplkan total nilai tertinggi dari peserta lainnya, yakni 77,29.

“Pemenang satu diraih SMAN 10 Pentagon, ” teriak dewan juru memecahkan suasana sunyi di aula salah satu hotel Ananda.

Riuh tepuk tangan peserta lomba pun bergemuruh bersahutan. Disambut senyum sumringah dari bibir merah dua siswa SMAN 10 Pentagon, Imanuel Oktavianus, dan Rifa Farida Adhyma. Satu persatu pemenang pun maju guna menerima penghargaan dan mengambil sesi foto dokumentasi.

Dari 42 tim yang berkompetisi, hanya delapan pemenang yang berhak menerima hadiah uang pembinaan, tropi dan sertifikat.

“Saya kaget dan pastinya bangga, “ungkap Imanuel Oktavianus yang diamini rekanya Rifa Farida Adhyma saat diwawancarai Bengkulu Ekspress.

Dibeberkan Imanuel, kesikutsertaan dirinya mengikuti lomba PCTA bisa dibilang minim persiapan.

”Sebelum berlomba, kami melalui tahapan seleksi ditingkat sekolah, dan itu dilakukan H-3 pelaksanaan. Alhamdulillah, dari tahapan lomba yang diikuti, tim pentagon mendapat kepercayaan meyandang peringkat I. Kami akan berusaha untuk memperjuangkan PCTA di tingkat nasional nanti,” katanya.

Masih dikatakanImanul, predikat juara itu menjadi beban bagi mereka untuk bisa tampil lebih baik dikancah nasional pada 4 September 2017.

Bagi Imanuel kali pertama mengikuti lomba PCTA. Hanya saja kemampuan dalam berdiskusi sudah kerap terasah di sekolah. Bahkan di daerah asalnya Kaur pun kerap diadakan lomba wawasan kebangsaan yang diselenggarakan Kesbangpol. Disanalah keduanya bisa mengetahui wawasan cinta tanah air, serta bagaimana menumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme dan saling menghargai. Dukungan lima pilar sekolah seperti, etika, estetika, harmoni dan Iptek menjadi modal utama pembentukan karakter.

“Kami mohon doa restunya, para teman-teman alumni PCTA, sehingga menjadi terbaik ditingkat nasional nantinya,” tukasnya. (**)