Siswa Boleh Mengulang

Jajaran Pemda dan Kemenag melakukan monitoring pelaksanaan  UN

MUKOMUKO, BE – Meskipun hasil ujian nasional (UN) Tahun ini, bukan penentu kelulusan. Tetapi sebagai pedoman peserta ujian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Pemda Mukomuko tetap optimis para peserta mampu untuk meraih nilai rata – rata minimal 5,5 atau sama dengan ujian nasional tahun sebelumnya. “ Ya, nilai hasil UN bukan sebagai penentu kelulusan. Tetapi, kita tetap targetkan minimal nilai rata –rata 5,5 ,” demikian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten, Dra Nurhasni MPd disela – sela monitoring di sejumlah sekolah kemarin pagi.
Menurutnya, bagi pelajar yang belum mencapai target rata – rata. Pada tahun berikutnya bisa mengulang. Tetapi, tidak seluruh mata pelajaran yang diujikan. Contohnya, ada peserta ujian Fisika nilai rata – rata dibawah 5,5. Tahun depan, pelajar itu bisa mengulang atau mengikuti ujian yang sama. “ Kalau hanya satu yang belum terpenuhi nilai rata – rata. Satu mata ujian itulah yang diulang oleh peserta yang bersangkutanm” jelasnya. Sementara itu dari jumlah peserta 1.808 pelajar. Sebanyak 17 tidak hadir. Dengan keterangan, 16 DO dan 1 orang tanpa keterangan. “ 1 peserta itu informasinya ada permasalahan dengan keluarganya. Jajarannya telah mengkoordinasikan hal tersebut kepada pihak terkait, termasuk orang tua pelajar yang bersangkutan. Dan, diupayakan pejara itu besok (hari ini) ikut ujian. Sedangkan ujian yang tertinggal akan diikut sertakan sebagai peserta susulan,” tambah Nurhasni. Hal senada disampaikan Kepala Sekolah MAN Mukomuko, Mat Salimin meskipun peserta belum mencapai nilai rata – rata, pelajar yang bersangkutan tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Tetapi, tidak untuk di perguruan tinggi negeri (PTN). Meskipun kelulusan otonom sekolah, katanya, dilihat dari nilai raport ujian sekolah dan lainnya. Tetapi, ada sisi yang merugikan pelajar. Dicontohkannya, selama ini pelajar itu pintar, ekonomi mampu untuk melanjutkan ke PTN ternama. Dikarenakan nilai rata – rata tidak terpenuhi. Pelajar yang bersangkutan terpaksa harus melanjutkan ke non PTN. Kendati demikian, ia tetap optimis peserta ujian khususnya di sekolah tersebut seluruhnya mencapai nilai rata – rata. “ Kalau mengenai lulus atau tidak, menjadi otonom sekolah. Harapan kita peserta memenuhi nilai rata – rata. Agar pelajar itu dapat mendaftar di PTN ternama. Pun di perguruan tinggi non negeri pun bisa, asalkan akreditasinya sama dengan PTN yang ada,” harapnya. (900)