Sisi lain: Esti Ambaratsari, Dosen korban tewas kecelakaan arung jeram

 Akhir-akhir Ini Sering Buat Video Bersama Anak-anak

dosen
Erfan suami Esti Ambaratsari, dosen Bahasa Inggris di Universitas Bengkulu

Sebelum pergi berlibur untuk mengkuti arung jeram, dia kelihatan riang dan semangat membuat video bersama keluarga kecilnya. Siapa sangka, jika liburan kali ini adalah perpisahan untuk selama-lamanya.

BUDHI SULAKSONO, Kota Bengkulu

ESTI Ambaratsari, dosen Bahasa Inggris di Universitas Bengkulu yang sekaligus pembina Magupala, kini telah pergi selama-lamanya. Dia mengalami kecelakaan pada kegiatan arung jeram di kawasan sungai asam kumbang Desa Kota Agung Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.

Sang suami, Erfan, bercerita, ia bersama kedua anaknya yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) tak memiliki firasat apa-apa sebelum kejadian. Hanya, akhir-akhir ini, istrinya tersebut terlihat sangat ceria dan bersemangat saat akan mengikuti arung jeram, untuk mengisi libur panjang kali ini. Bahkan setiap kali berjalan dengan keluarga Almarhumah selalu riang dan tidak pernah mengeluh capek ataupun lelah meskipun jadwal mengajar sangat padat.

“Tetapi yang buat saya heran, istri saya terakhir-terakhir ini sering membuat video setiap kita pergi bersama-sama dan memang dulu seperti itu, tetapi baru beberapa hari terakhir ini hampir setiap hari membuat video bersama anak-anak dan saya,” terang sang suami saat itu, kemarin (24/4/2017).

Ia menuturkan, mengikuti kegiatan seperti arung jeram sudah sangat lama ditekuni dia bersama sang istrinya tersebut, bahkan yang lebih ekstrim lagi sering ia lakukan bersama-sama.

Tetapi alhamdulillah semuanya baik-baik saja, sedangkan pas waktu mengikuti arung jeram kemarin keadaan arus sungainya pun sangat bersahabat dan sangat rendah tidak tinggi. Hal tersebutlah yang membuat dirinya tidak percaya jika Esti hanyut tenggelam dibawa arus sungai.

“Saya bersama almarhumah sudah sejak masih kuliah sudah senang mengikuti kegiatan arung jeram yang memang terlihat menantang dan menakutkan, tetapi selama ini kita baik-baik saja bahkan arus yang lebih deras pun sering kita lalui, tetapi memang ini sudah takdir jadi kita serahkan semuanya kembali ke ajal,” tuturnya.

Ia mengatakan, memang ia bersama almarhumah sudah berkomitmen jika terjadi sesuatu pada salah satu atau meninggal ketika mengikuti hobinya tersebut, harus merelakannya dan harus dimakamkan di asal tempat meninggal nantinya, karena almarhumah tidak mau merepotkan orang lain jika harus membawa jenazahnya hingga ke pulau Jawa.

“Ini pesan yang selalu istri saya sampaikan kepada saya setiap ingin mengikuti kegiatan arum jeram dan sebelum kejadian kemarin ia juga sempat bilang kayak gitu,” ucapnya.

Ia menceritakan, sebelum kejadian ia bersama istrinya tersebut juga akan mengikuti kegiatan arung jeram lainnya yang akan dilangsungkan di kawasan Bandung Jawa Barat, bahkan semua persiapan dan susunan kegiatan sudah dirancang istrinya tersebut, tinggal melengkapi beberapa persyaratan lainnya atau agenda kegiatan yang masih perlu dirapatkan lagi, bahkan sebagian uang sudah diberikan ke kegiatan yang rencananya berlangsung setelah lebaran Idul Fitri nanti.

“Beliau sangat antusias menunggu kegiatan arung jeram yang rencananya akan kita ikuti habis lebaran nanti di Bandung, dan almarhumah sudah hampir mencapai 85 persen siap mengikuti kegiatan tersebut, tetapi belum sampai kesana istri saya sudah terlebih dahulu menghadap sang ilahi,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, saat kejadian terjadi ia tidak percaya jika istrinya tersebut hilang tenggelam, oleh sebab itulah ia kembali menelusuri lokasi di mana istrinya tersebut terjatuh, setelah menyisir di setiap titik dan melihat kondisi arus sungai yang sangat baik, ia berkeyakinan jika istrinya tersebut masih hidup, tetapi Allah berkata lainnya, sekitar pukul 08.00 WIB Minggu pagi jenazah istrinya tersebut ditemukan sekitar 300 meter dari titik dimana perahunya tersebut terbalik.

“Saya melihat kondisi istri saya masih menggunakan alat kelengkapan untuk mengikuti arung jeram masih tertempal ditubuhnya dan semuanya kelengkapan sudah sesuai standar, tetapi saya sudah ikhlas karena ini semua sudah kehendak sang pencipta,” tutupnya. (529)