Silpa 2016 Habis Terpakai

AnggaranTAIS, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma, bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma, akhirnya menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan 2017. Dengan hasil sisa lebih perhitungan anggaran APBD 2016 habis terpakai untuk menutupi defisit anggaran yang terjadi pada 2017.

“Masih terdapat defisit anggaran sebesar Rp 11 milliar pada pembahasan KUA dan PPAS untuk APBD perubahan tahun ini. Defisit itu tertutupi dari sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) tahun lalu, sehingga defisit anggaran menjadi nol” ungkap Juru Bicara Banggar DPRD Seluma Teno Heika Ssos dalam paripurna, kemarin (21/8).

Kesepakatan KUA PPAS ini kemudian dijadikan pedoman penyusunan anggaran APBD Perubahan yang dibahas ditingkat Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pada akhir Agustus ini APBD Perubahan sudah bisa disahkan.

Total pendapatan daerah 2017 sebesar Rp 909 milliar lebih. Terdiri dari anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp 564 miliar. Sedangkan belanja langsung sebesar Rp 356 miliar lebih. Masih terjadi defisit anggaran sebesar Rp 11 miliar. Namun ada pembiayaan yang bisa digunakan dari silpa APBD 2016 sebesar Rp 18 milliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Seluma Irihadi MSi mengatakan, untuk APBD perubahan defisit memang harus dinolkan. Karena kekurangan anggaran bisa menggunakan Silpa 2016. Silpa 2016 sebesar Rp 18 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembayaran tunjangan sertifikasi triwulan keempat tahun ini. Karena memang sumber dananya berasal dari transfer tunjangan sertifikasi. Untuk kegiatan yang dipastikan tidak ada anggarannya tidak akan dilaksanakan. Selain itu OPD jika tidak diperbolehkan menambah program anggaran baru dalam APBD perubahan ini.

“Untuk Silpa memang diantaranya untuk pembayaran sertifikasi, tetapi sebagiannya juga untuk membiayai kegiatan yang belum berjalan,” tegas Sekda Seluma.(333)