Siap Majukan Bengkulu dan Ajak Berantas Pungli

Ketua DPD RI Kunjungi BU

apri-ketua-dpd-ri-bersama-bupati-bu-disambut-tarian-adat
KUNKER : Tampak Ketua DPRD RI H Muhammad Saleh SE saat disambut Bupati BU Ir Mian dengan tari adat persembahan di depan gedung balai daerah, kemarin (14/11). (Foto APRI/BE).

ARGA MAKMUR, BE– Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI H Muhammad Saleh SE melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Kedatangan Ketua DPD RI yang baru saja dilantik ini disambut langsung Bupati BU, Ir Mian, seluruh pejabat dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) BU.

Dalam kunker ini M Saleh banyak menyampaikan mengenai tekadnya agar dapat membangun dan memajukan Provinsi Bengkulu, salah satunya Kabupaten BU. Menurutnya banyak dana pusat yang dapat digunakan untuk kemajuan di Provinsi Bengkulu ini.

‘’Saya selaku orang Bengkulu di pusat harus membantu dan memperjuangkan masyarakat Provinsi Bengkulu termasuk Kabupaten Bengkulu Utara,’’ ujarnya dalam sambutan.

Ia juga menyampaikan usaha maksimal akan ditempuh guna mewujudkan kemajuan pembangunan di Provinsi Bengkulu. Banyak relasi dan cara yang baik dapat dilakukan guna melobi pejabat di pemerintah pusat. Sehingga dana itu, dapat dilimpahkan ke Kabupaten BU guna pengembangan pembangunan di Kabupaten BU.

“’Komitmen saya dalam posisi sekarang ini, siap membantu kemajuan Provinsi Bengkulu. Banyak cara lobi yang bisa dilakukan di pusat. Tapi lobi ini harus dengan cara yang baik,’’ ungkapnya.

Tak hanya itu, ia mengingatkan agar Bupati dan seluruh pejabat di pemerintah daerah (Pemda) BU harus dapat mendukung program pemerintah dalam memberantas pungutan liar (Pungli). Menurutnya pungli hanya akan membuat perekonomian semakin terpuruk dan kemajuan yang diharapkan sulit tercapai.

“Berantas pungli, tidak lakukan korupsi, gratifikasi dan bentuk lainnya. Ini harus menjadi komitmen kita bersama, jika ingin majukan daerah ini,’’ tuturnya.

Sebelumnya Bupati BU Ir Mian sangat mengharapkan Ketua DPD RI yang merupakan putra dari Provinsi Bengkulu dapat membantu mewujudkan dan menciptakan pembangunan di Kabupaten BU, sehingga BU dapat sejajar dengan kabupaten lainnya di Indonesia. Apalagi BU, lanjutnya memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA) dalam menunjang kemajuan itu.

‘’Ini bisa jadi koneksitas bagi kita untuk dapat menajukan Kabupaten Bengkulu Utara. Setidaknya Kabupaten Bengkulu Utara ini, minimal dapat setingkat dengan kemajuan kabupaten lain,’’ pungkasnya.

Warga Bengkulu Bebas Protokol

Di sisi lain, dan kesungguhan untuk membawa perubahan di Provinsi Bengkulu sangat ditunjukkan oleh Ketua DPD RI H Muhammad Saleh SE. Bahkan bagi bupati dan pejabat serta seluruh masyarakat yang ingin berkunjung ke kantor maupun rumah dinas di Jakarta, tak usah melalui prosedur protokoler.

“Kalau datang ke kantor saya, bagi warga Bengkulu bebas protokol. Atau datang juga ke rumah dinas di daerah Kuningan, Jakarta,’’ ujarnya.

Selain itu, banyak hal yang disampaikan putra kelahiran Rejang Lebong itu. Ia menyebutkan bahkan tidak pernah bermimpi untuk dapat menduduki Ketua DPD RI. Sehingga dirinya sangat mengharapkan doa dari seluruh masyarakat untuk dapat menjalani posisi ini dengan baik.

‘’Tak pernah terbayangkan, terlintas dalam mimpi saja tidak. Saya mohon doanya agar dapat melaksanakan ini dengan baik hingga akhir jabatan,’’ ungkapnya.

Ia menceritakan posisi yang didapatkannya merupakan peninggalan dari Ketua DPD sebelunya yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh KPK, dalam kasus dugaan penyalahgunaan posisi. Ia pun berharap dirinya tidak tersandung dalam kasus serupa. Untuk itu, ia menekankan kepada seluruh bupati dan pejabat di pemrintah daerah untuk mencontohkan bekerja dengan bersih.

‘’Saya suka uang. Tapi saya tidak suka dengan cara mendapatkannya. Jadi mari kita sama-sama junjung tinggi itu,’’ tuturnya.

Bahkan ia juga sangat menyayangkan banyaknya kelurahan yang ingin beralih status kembali menjadi desa lantaran besarnya Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh pemerintah. Namun menurutnya hal itu sudah merupakan suatu tanda penyelewengan.

‘’Karena dana desa ini, banyak juga saya dengar kelurahan ingin kembali jadi desa. Inikan sudah ada tanda-tanda mengharapkan sesuatu dari itu,’’ pungkasnya.(cw5)