Setelah Diretas, Karyawan Sony Pictures Dipaksa Gunakan Printer Tua

221117_385608_sony_picSony Pictures kini mulai berbenah setelah komputernya diretas beberapa lalu. Untuk mengantisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang, Sonny Pictures menggabungkan teknologi kuno dan modern dalam jaringan komputernya.

Penggabungan ini memang dirasakan sesuatu yang baru dan tidak mengenakkan bagi karyawan. Bahkan ada mengeluh seolah bekerja kembali ke zaman sebelum ada internet seperti 12 tahun lalu.

“Kami seperti terjebak pada tahun 1992 di sini,” tutur salah satu karyawan Sony.

Seperti dikutip Techcrunch, Selasa, (23/12), sebagian karyawan menggunakan mesin faks dan printer tua untuk menyelesaikan pekerjaan. Sementara itu karyawan lainnya lebih memilih menggunakan iPhone dan iPad.

“E-mail kami sama sekali tidak berfungsi dan tidak ada voice mail sehingga orang-orang tidak saling bicara satu sama lain,” ujarnya.

Peretasan Sony Pictures Entertainment (SPE) juga mengakibatkan hilangnya file seperti profil para artis di antaranya Angelina Jolie, kumpulan e-mail, laporan keuangan, film-film, dan koleksi password server bocor.

Pemerintah AS telah melakukan penyelidikan mendalam terhadap serangan cyber tersebut. Mereka menolak mengungkapkan hasil penyelidikan, namun peretasan terhadap Sony itu disimpulkan sebagai serangan yang disponsori oleh Korea Utara.

Hal tersebut dibantah oleh Pemerintah Korea Utara bahwa negara mereka tidak terlibat dalam kasus peretasan Sony Pictures tersebut.

“Ini adalah waktunya untuk berkumpul bersama dan berhenti menatap layar ponsel, lalu mulailah bicara satu sama lain. Semua orang pun bisa mulai lebih akrab. Ada lebih banyak orang yang berinteraksi dan berusaha mengenal orang dari departemen lain,” tutur salah satu Karyawan Sony Pictures yang enggan disebut namanya.

Peretasan tersebut juga memberikan dampak positif pada karyawan Sony Pictures. Situasi ini mebuat para karyawan saling berkomunikasi secara langsung sehingga menimbulkan keakraban di antara satu dengan yang lainnya. (mg2/jpnn)