Setahun, 70 Kasus DBD

CURUP, BE- Kasus demam berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Rejang Lebong terbilang tinggi. Selama tahun 2014 ini Dinas Kesehatan Rejang Lebong mendata setidaknya ada 70 kasus DBD yang mereka temui.
Namun menurut Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Akhmad Juli SKM melalui melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti. Dibandingkan dengan tahun 2013, kasus yang mereka temui mengalami penurunan yang sangat signifikan.
“Tentu dibandingkan dengan tahun 2013 kasus pada tahun 2014 ini mengalami penurunan yang cukup banyak. Karena pada tahun 2013 kita mencata ada 148 kasus,” jelas Nunung.
Menurut Nunung, tren penurunan kasus DBD di kabupaten Rejang Lebong ini mulai terjadi dalam beberapa tahun terakhir, karena menurutnya pada tahun 2012 pihaknya mencata ada 209 kasus DBD di kabupaten Rejang Lebong.
“Kita berharap setia tahunnya terus mengalami penurunan kasus DBD di Rejang Lebong ini,” harap Nunung.
Lebih lanjut ia menjelaskan, adanya penurunan kasus DBD di Rejang Lebong ini tidak terlepas dari upaya pencegahan yang mereka lakukan. Menurut Nunung selama tahun 2014 ini pihaknya terus genjar mensosialisasikan prilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu oihaknya juga mensosialisasikan cara menjaga lingkungan denga gerakan 3 M plus yaitu menguras, mengubur, menutup dan memantau.
Selain itu, ia juga menjelaskan, wilayah Kabupaten Rejang Lebong memang masuk dalam kategori endemik DBD. Hal tersbeut dikarenakan cuaca dan iklim Rejang Lebong mendukung untuk perkembang biakan jamuk sebagai penular penyakit DBD
Menyikapi akan hal tersebut, ia berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya PHBS dan menjaga kebersihan lingkungan terus ditingkatkan. Disamping itu pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan pemutusan mata rantai penyebaran DBD baik dengan pembagian bubuk abate maupun melalui pengasapan atau foging.
“Melihat akan kondisi kita, maka akan sulit kita terbesa dari kasus DBD ini. Namun yang terpenting peran serta masyarakat bersama pemerintah Rejang Lebong untuk mencegah penularan penyakit ini. karena mencegah lebih baik dari mengobati,” jelas Nunung.(251)