Sering Jebol, Petani Minta Irigasi Permanen

irigasi-petani-saat-memperbaiki-siring-irigasi-small
Bakti/Bengkulu Ekspress. Mahirin (50), petani sawah di Desa Sukarami menunjukkan irigasi yang dibangun secara swadaya.

TABA PENANJUNG, Bengkulu Ekspress – Petani sawah di Desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) saat ini membutuhkan bangunan irigasi untuk mengairi area persawahan mereka. Sejauh ini hanya ada irigasi yang dibuat swadaya oleh petani, sehingga sering jebol karena tidak kuat menahan air.

“Kami sangat mengharapkan adanya irigasi secara permanen agar air bisa mengalir secara teratur ke seluruh petakan sawah kami,” ungkap Mahirin (50), petani sawah di Desa Sukarami, kemarin.
Mahirin menjelaskan, pembuatan irigasi secara permanen memang harus dilakukan. Pasalnya, area persawahan tersebut dialiiri langsung oleh air yang berasal dari Sungai Desa Rindu Hati yang sangat berpotensi.

Sebab itu, jika debit air sedang besar, air yang mengalir deras tersebut langsung meluap dan seringkali menghantam irigasi warga. Terlebih lagi, keberadaan siring dibuat jauh lebih tinggi dari hamparan sawah.

“Irigasi ini kami buat secara manual dengan menggunakan air dari Sungai Rindu Hati. Dengan hanya dibuat oleh tumpukan tanah, tak jarang siring irigasi menjadi rusak akibat tekanan air yang besar,” tambahnya.

Diungkapkan Mahirin, pada hamparan sawah tersebut, setidaknya terdapat sebanyak 50 hektare area persawahan yang aktif digarap oleh warga.

Melihat potensi ini, dirinya meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Benteng melalui instansi terkait bisa mengucurkan dana pembangunan irigasi. Baik itu dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanbunak) ataupun dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Benteng melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA).

“Ada puluhan hektare sawah yang menggunakan siring yang dibuat manual ini dan sampai saat ini belum ada kepedulian dari pemerintah,” keluhnya.(135)