Serapan Gabah Masih Rendah

Bengkulu
ARY/Bengkulu Ekspress Kolonel Inf Sudrajat tim serapan gabah Mabes TNI AD saat memantau ketersediaan pangan di Gudang Bulog Sub Divre Rejang Lebong. Untuk serapan gabah di Kabuapaten Rejang Lebong sendiri saat ini masih rendah yaitu baru 18 persen dari target 3 ribu ton pada tahun 2017 ini.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Serapan gabah yang dilakukan oleh Bulog Sub Divre Rejang Lebong hingga pertengahan tahun 2017 ini masih rendah. Hal tersebut disampaikan oleh Tim Serapan Gabah (Sergap) Mabes TNI AD Kolonel Inf Sudrajad Purbiantoro saat berkunjung ke Makodim 0409/Rejang Lebong, Senin (11/9) kemarin.

“Hingga saat ini serapan gabah yang dilakukan di Rejang Lebong ini masing sangat rendah dari target yang telah ditetapkan,” ungkap Kolonel Inf Sudrajat.

Dimana menurutnya, hingga saat ini realisasi serapan gabah di Kabupaten Rejang Lebong baru sebesar 18 persen dari target yang telah ditetapkan pada tahun 2017 ini yaitu sebanyak 3 ribu ton.

Namun menurut Kolonel Inf Sudrajat, atas permasalahan tersebut, pihak Bulog Sub Divre Rejang Lebong berjanji akan memanfaatkan waktu yang ada untuk memaksimalkan serapan gabah di Kabupaten Rejang Lebong tersebut, meskipun menurutnya dengan sisa waktu yang ada akan sangat sulit mencapai target yang telah ditetapkan.

“Tadi kita sudah koordinasi bersama Bulog dan petani, dimana mereka siap untuk memaksimalkan penyerapan kedepannya,” tambah Kolonel Inf Sudrajat.

Terkait dengan kendala penyerapan gabah di Kabupaten Rejang Lebong, menurut Kolonel Sudrajat berdasarkan informasi yang ia terima, hal tersebut dikarenakan luas tanam padi di Kabupaten Rejang Lebong sendiri sangat sempit. Belum lagi masa tanam petani di Kabupaten Rejang Lebong yang setahunnya hanya dua kali tanam serta petani di Kabupaten Rejang Lebong bukan hanya bertani padi saja namun juga bertani Holtikultura.

“Tadi juga para petani sudah berkomitmen untuk menyisihkan hasil panen mereka 10 persen untuk dijual ke petani, kita berharap komitmen ini akan berjalan baik sehingga penyerapan gabah bisa lebih maksimal lagi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Rejang Lebong, Rudi Adlin Damanik, menurutnya, masih rendahnya serapan gabah petani itu karena memang selama ini kalangan petani tidak menjual gabah kepada Bulog, hal itu dikarenakan gabah yang dihasilan petani hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Namun petani kedepannya sudah berkomitmen untuk menjual gabah ke Bulog, sehingga serapan gabah bisa maksimal,” terangnya.

Di sisi lain, Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Kab Hendra S Nuryahya SH berharap agar kedepannya petani maupun tengkulak yang ada di Kabupaten Rejang Lebong bisa berkomitemen untuk menjual gabah mereka ke Bulog Sub Divre Rejang Lebong, minimal menurut Dandim gabah yang dijual ke Bulog Sub Divre Rejang Lebong tersebut sebanyak 10 persen dari penghasilan mereka.

“Bila gabah dijual ke Bulog, bukan untuk siapa-siapa namun untuk kebaikan kita semua,” terang Dandim.

Menurut Dandim, nanti gabah yang dijual ke Bulog akan dijadikan cadangan pangan di Kabupaten Rejang Lebong. Sehingga menurutnya saat dibutuhkan seperti karena adanya bencana alam maka ketersediaan pangan di Kabupaten Rejang Lebong bisa terpenuhi.

Berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, usai melakukan dialog bersama Bulog dan perwakilan petani yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Kolonel inf Sudrajat langsung melakukan pemantauan ke Gudang Bulog Sub Divre Rejang Lebong untuk melihat stok cadangan pangan di Bulog Sub Divre Rejang Lebong. (251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*