Sengketa Lahan Kelalaian Sekolah

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Konflik lahan sekolah SMAN 1 Bermani Ilir dengan salah seorang warga disinyalir terjadi karena adanya unsur kelalaian sekolah. Sebab, jika pihak sekolah telah melakukan pemagaran lahan,  sehingga permasalahaan saat ini tidak akan timbul.

“Bisa jadi hal tersebut karena pihak sekolah lalai dengan memagari sekolah secara keliling tanpa memerhatikan luas lahan milik sekolahnya,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kepahiang,  Drs HM Holil.

Ia mengakui, mendapatkan informasi bila warga mengklaim lahan tersebut karena memang berada diluar pagar sekolah. Hingga warga tersebut merasa bila lahan itu tidak masuk dalam luasan lahan yang dihibahkan pemilik tanah untuk dijadikan lahan sekolah. Pihak sekolah beberapa tahun lalu melakukan pemagaran secara keliling tanpa melihat batas tanah sehingga akhirnya saat ini terjadi sengketa.

“Kesalahan terjadi karena pihak sekolah yang dulu itu melakukan pemagaran dengan menyeluruh. Hingga ada tanah sisa diluar pagar hingga akhirnya diklaim warga,” tuturnya.
Menurutnya, kedepan Dikpora  akan menyurati seluruh sekolah se-Kabupaten Kepahiang untuk memperhatikan betul terkait  hak kepemilikan lahan. Agar tidak ada konflik kepemilikan lahan dikemudian hari antara warga dengan pihak sekolah baik SD, SMP hingga SMA/SMK se-Kabupaten Kepahiang.

“Harus diantisipasi sekarang bisa saja nantinya banyak warga yang klaim sebagai ahli waris lahan milik sekolah hingga menimbulkan permasalahan,” sebut Holil.

Proses sengketa antara pihak sekolah dengan warga yang mengklaim masih berlangsung. Beberapa waktu lalu pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas permintaan Pemda Kepahiang telah melakukan pengukuran ulang terhadap lahan seluas 1,5 hektare tersebut. Sejuah ini Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepahiang masih menanti hasi pasti pengukuran luasan lahan sekolah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kepahiang. (320)