Semua Petugas Kebersihan Terancam Dipecat

Jefryy/Bengkulu Ekspress - Kapolres Seluma melakukan pengecekan kendaraan persiapan Ops Natal dan Tahun Baru 2018
Jefryy/Bengkulu Ekspress – Kapolres Seluma melakukan pengecekan kendaraan persiapan Ops Natal dan Tahun Baru 2018

TAIS, Bengkulu Ekspress – Pada 2018 Kabupaten Seluma, terancam tidak memiliki petugas kebersihan seorang pun. Seluruh petugas kebersihan berjumkah 60 orang yang selama ini bertugas mengangkut sampah di Kabupaten Seluma, bakal dipecat. Terkait anggaran gaji mereka yang diusulkan Balai Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Seluma, dalam rencana anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) 2018 senilai Rp 720 juta semuanya dipangkas.

Bila hal ini memang terjadi maka Kabupaten Seluma bakal dipenuhi sampah yang menumpuk dan berserakan.

“Sebelumnya sudah diusulkan, namun saat pembahasan KUA PPAS tidak ada lagi. Kita berharap anggaran itu bisa dimasukkan, lagi ” kata Kepala Balai Lingkungan Hidup (BLH) Seluma, Adi Susanto Ssos MM kepada Bengkulu Ekspress kemarin (19/12).

Adi menerangkan, pemangkasan anggaran itu berdampak BLH memberhentikan semua petugas kebersihan. Selama ini sebanyak 60 orang petugas kebersihan di Kabupaten Seluma, digaji Rp 1 juta  per bulannya. Dengan begitu anggaran kebutuhan gaji mereka mencaoai Rp 720 juta per tahun.

Tanpa adanya pasukan orange dipastikan tumpukan sampah dan sampah yang berserakan di Kabupaten Seluma bakal semakin banyak. Mengingat dengan jumlah petugas kebersihan sekitar 60 orang yang ada sekarang ini saja, petugas masih kesulitan membersihkan sampah di daerah ini dan tumpukan sampah sudah banyak. Apalagi bila jumlah petugas kebersihan dipangkas.

“Sebelum memangkas anggaran pasukan orange diharapkan kita juga bisa berfikir bagaimana nantinya sampah yang ada di Kota Seluma, mau di kemanakan. Termasuk di kediaman bupati dan perkantoran,”sampainya.

Bukan itu saja, pasukan orange ini juga bekerja sebagai pemotong rumput dan petugas kebersihan kawasan Simpang Enam hingga perkantoran hingga ke rumah dinas di Ampar Gading.

“Dipastikan tenaga kontrak ini sangat dibutuhkan,” sampainya. (333)