Sekolah Diminta Lengkapi Fasilitas Untuk Menerapkan Full Day School

Bakti/Bengkulu Ekspress KOMITE : Pengurus Komite SMAN 5 Benteng foto bersama usai menggelar pertemuan dengan pihak sekolah untuk membahas rencana penerapan Full Day School.
Bakti/Bengkulu Ekspress KOMITE : Pengurus Komite SMAN 5 Benteng foto bersama usai menggelar pertemuan dengan pihak sekolah untuk membahas rencana penerapan Full Day School.

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Instruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia (RI) untuk menerapkan Full Day School (FDS) mendapatkan respon positif dari para orang tua dan komite sekolah di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).

“Secara umum, kami sangat mendukung diterapkannya FDS. Hanya saja, saya rasa masih banyak yang harus disiapkan oleh masing-masing sekolah,” ungkap Ketua Komite SMA Negeri 5 Kabupaten Benteng, Widodo SSos.

Menurut Widodo, salah satu kesiapan yang harus dimiliki oleh sekolah adalah dari segi sarana dan prasarana pendukung.

“Sekolah harus mengevaluasi diri dan menegaskan bahwa mereka sudah siap atau belum. Saya harap ada musyawarah terlebih dahulu bersama para orang tua tentang rencana FDS ini. Terkhusus pelajar yang beragama muslim, setiap sekolah harus mempersiapkan tempat untuk menunaikan ibadah salat Jumat,” ungkap Widodo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Benteng, H Meizuar SH MM, mengatakan bahwa FDS wajib diterapkan di seluruh sekolah di Kabupaten Benteng.

Mewujudkan rencana ini, pihaknya telah mengundang seluruh kepala sekolah) tingkatan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Benteng serta seluruh MKKS untuk memberikan pemahaman.

“Dari pertemuan yang kami lakukan, disepakati bahwa Full Day Scholl diterapkan pada awal tahun ajaran baru 2017 ini. Dalam waktu dekat, kami akan menyebarkan surat edaran,” terangnya.

Meskipun mendapatkan banyak kritikan, pihaknya mengaku bahwa FDS harus dilaksanakan terlebih dahulu. Jika memang dalam pelaksanaanya FDS memberatkan, lanjut Meizuar, pihaknya akan melakukan evaluasi dan melaporkan hal tersebut ke Kemendikbud.

“Kita akan laksanakan dahulu. Jika memang nantinya ada kendala, kami akan lapor ke Kemendagri. Kami juga sudah melakukan hearing bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Benteng mengenai rencana ini,” pungkasnya.(135)