Sebelum Menghilang, Penyusup di Roda Garuda Tinggalkan Sepucuk Surat

001010_597547_Mario_AmbaritaJAKARTA – Mario Steven Ambarita (21), tersangka kasus penyusupan ke roda pesawat Garuda Indonesia GA 177 rute Pekanbaru-Jakarta, yang diketahui menghilang dari rumahnya Jumat (17/4) dinihari, ternyata sempat menulis sepucuk surat.

Menurut sumber JPNN.com, Mario yang diizinkan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan pulang bersama keluarganya, ternyata sempat menuliskan sepucuk surat untuk Ibunya.

“Intinya dalam surat itu dia ingin dapat ketenangan dan mencoba hidup lebih baik,” ungkap sumber tersebut, Jumat.

Terpisah, pengacara Mario, Mangiring Sinaga saat dihubungi membenarkan kepergian Mario dari rumah. Dia sendiri baru diberi tahu Ibu Mario, Tiar Sitanggang ketika datang ke rumahnya sambil menangis pagi Jumat pagi.

“Iya pak, pagi ibunya datang mengabari. Kami sudah buat laporan ke polsek dan masih menunggu pencarian 1 x 24 jam, baru keluar suratnya. Semalam dia meninggalkan rumah sekitar jam 1,” kata Mangiring.

Menurutnya, Mario memang meninggalkan sepucuk surat untuk orangtuanya. Intinya dalam surat itu Mario meminta supaya orangtuanya tidak bersedih dan tidak menangis. Sebab, Mario pergi dari rumah hanya untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

“Dia meninggalkan surat, supaya orangtuanya tidak bersedih, tidak nangis, dia pergi hanya untuk merubah kehidupan. Kita sudah serahkan copy surat dan foto Mario ke polsek,” ujar Mangiring.

Selain itu, kepergian Mario juga sudah diinformasikannya kepada penyidik PNS Kemenhub yang menangani kasus Mario di Pekanbaru. Dia berharap Mario bisa segera ditemukan karena keluarga sedang melakukan pencarian, termasuk polisi.(fat/jpnn)