Satgas BPBD Dilatih Selamatkan Korban

tanggap-tim-bpbd-benteng-small
IST/Bengkulu Ekspress. LATIHAN: Satgas BPBD Kabupaten Benteng terlihat sigap mengevakuasi korban tsunami saat simulasi penanganan korban tsunami di laut lepas Pulau Baai Bengkulu, 29-30 Oktober lalu.

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam berupa gempa bumi dan tsunami, puluhan anggota Satuan Tugas (Satgas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Benteng diberikan pelatihan di dalam laut lepas di Pulau Baai, Bengkulu, 29-30 Oktober lalu.

Kepala BPBD Kabupaten Benteng, Drs Tomi Marisi MSi melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Syarkoni SH menjelaskan, untuk meningkatkan kemampuan personel BPBD tersebut, pihaknya sengaja menggandeng TNI Angkalan Laut (TNI AL) Bengkulu yang memang memahami situasi dan kondisi di laut lepas.

“Kerjasama dengan BPBD dan TNI AL ini baru pertama kali kami lakukan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan Satgas BPBD Benteng,” kata Syarkoni, kemarin.
Mantan Kabid Fisik, Sarana dan Prasarana (Fispra) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bappeda) Kabupaten Benteng ini menuturkan, dalam kegiatan yang dilakukan pada tanggal 29 Oktober 2016 tersebut, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 30 personel.

“Setelah melakukan pembekalan berupa pemberian materi, satgas langsung diuji dengan mengikuti simulasi saat terjadi bencana. Saat dihadapkan pada kondisi itu, personel harus memiliki kemampuan untuk menyelamatkan korban,” terang Syarkowi.

Masih kata Syarkowi, dengan personel satgas yang ada saat ini, pihaknya mengaku masih membutuhkan armada pendukung kegiatan penyelamatan atau evakuasi.

Kendati demikian, pihaknya telah menentukan beberapa desa yang dijadikan sebagai lokasi tempat evakuasi ketika bencana gempa bumi dan tsunami menerjang kawasan pesisir di Kabupaten Benteng. Desa yang dijadikan lokasi evakuasi tersebut diataranya DesaTalang Pauh, Sunda Kelapa, Sidorejo, Sri Kuncoro dan Desa Abu Sakim.

“Saat ini kami hanya memiliki sebanyak 6 unit perahu karet dan  1 unit perahu dolpin. Sebab itu, kami membutuhkan tambahan armada agar proses penyelamatan bisa dilakukan secara optimal,” ungkapnya.(135)