Sapi Plt Sekda Bengkulu Utara Dibantai

Bengkulu
Bakti/Bengkulu Ekspress DIBANTAI : Kades Linggar Galing, Saparmandi SH (paling kanan) bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas saat menunjukkan lokasi pembantaian sapi milik Sekda Bengkulu Utara yang dipelihara oleh Adi warga Dusun II Desa Linggar Galing, Kecamatan Pondok Kubang, Rabu (12/4/2017) dinihari.

PONDOK KUBANG, Bengkulu Ekspress – Pelaku pencurian ternak (cernak) di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) semakin mengganas dan tidak pandang bulu. Bahkan, sapi jenis brahmana milik Plt Sekda Bengkulu Utara (BU), Dr Haryadi SPd MM MSi yang dipelihara oleh Adi Nugroho (27) di Dusun II Desa Linggar Galing, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Benteng menjadi targetnya.

Peristiwa tersebut terjadi saat penjaga ternak sedang terlalap tidur sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (12/4/2017) dinihari kemarin.
Ditemui di lokasi kejadian, Kepala Desa (Kades) Linggar Galing, Saparmandi SH membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Kades, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga ternak setelah melihat sekor sapi jantan yang memiliki berat sekitar 300 kilogram tersebut tidak lagi berada di dalam kandang yang berlokasi di samping rumahnya.

Setelah dilakukan pencarian, Adi menemukan isi perut dan kotoran sapi di tepi jalan yang berlokasi sekitar 300 meter dari kandang.

“Saat melakukan pencarian, penjaga kandang menemukan isi perut sapi dan darah segar di sekitar kebun karet milik warga. Dari 8 ekor sapi ternak yang dipelihara Edi, satu-satunya sapi jantan berhasil dibantai pelaku curnak,” ungkap Saparmandi.

Saparmandi menerangkan, sebelum aksi pencurian ternak terjadi, memang sudah terjadi aksi percobaan pencurian terhadap sapi yang dipelihara Adi. Hanya saja karena aksi tersebut diketahui warga, pelaku langsung melarikan diri dan menghindari kejaran warga.

“Sekitar 1 minggu sebelumnya, penjaga kandang memang sudah melihat salah seorang pelaku yang berusaha mendekati kandang sapi. Saat diteriaki, pelaku langsung menembakkan senjata api (senpi) yang dibawanya untuk menakuti penjaga sapi. Memanfaatkan kesempatan itulah, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi dengan menggunakan sebuah mobil jenis Toyota Avanza warga silver,” papar Saparmandi.

Menurut Saparmandi, aksi pencurian di desanya sudah terjadi sebanyak 2 (dua) kali. Mendapati kondisi ini, pihaknya memang telah meningkatkan kewaspadaan di sekitar pemukiman warga. Hanya saja, pihaknya tak mengangka aksi pencurian kembali terjadi saat semua warga dalam keadaan lengah dalam melakukan penjagaan.

“Untuk meningkatkan kewaspadaan, kami sudah menggiatkan siskamling. Bahkan, dalam waktu seminggu ini, penjaga ternak sudah melakukan penjagaan secara ketat. Nahasnya, pencurian terjadi saat Adi sedang terlelap tidur,” demikian Saparmandi.(135)