Samsung Dikabarkan Garap Prosesor iPhone Lagi

JAKARTA – Teka-teki penerus iPhone 6 dan iPhone 6 plus yang baru dirilis beberapa waktu lalu masih gelap. Ada yang menyebut bakal muncul iPhone 6c, atau update produk menjadi iPhone 6s dan iPhone 6s plus. Di tengah berbagai spekulasi itu, Samsung Electronics disebut-sebut ada dibalik sukses iPhone nantinya.

Produsen asal Korea Selatan itu dikabarkan mendapatkan peran penting untuk menggarap prosesor utama dari iPhone. Samsung mulai memproduksi prosesor Apple A9 di pabriknya yang terletak di Giheung, Korea Selatan. Namun, untuk detilnya belum bisa dibeberkan lebih banyak.

Seperti dikutip dari Bloomberg, seorang sumber menyebut Samsung akan bekerja sama dengan Globalfoundries. Kalau kesepakatan dua perusahaan itu benar terwujud, berarti ’’dendam’’ Samsung sukses. Sebab, Samsung kalah dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company Limited (TSMC) dalam tender sebelumnya.

Gara-gara itu, Samsung yang selama ini dominan dalam menggarap otak iPhone dan iPad harus rela kehilangan proyek besar. Untuk merebutkan proyek, kedua perusahaan telah meningkatkan belanja modal menjadi USD 300 miliar. Selain bersaing mendapatkan bisnis dari Apple, keduanya bersaing untuk mendapat perhatian Qualcomm.

’’Kalau Globalfoundries cepat mengadopsi teknologi yang paling canggih dari Samsung, dan bisa meningkatkan hasil, akan memenangkan pesanan dari Qualcomm,’’ terang analis HI Investment & Securities Song Myung Sup.

Sementara, pihak terkait seperti Kelly Yeo selaku spokeswoman Samsung menolak untuk berkomentar atas kabar itu. Begitu juga dengan Kevin Kimbal yang menjabat sebagai juru bicara Globalfoundries. Dia mengatakan perusahaan tidak bisa mengomentari segala bentuk hubungan dengan klien. Hal yang sama juga disampaikan Josh Rosenstock dari Apple spokesman, Elizabeth Sun dari TSMC.

Sekedar informasi, Apple menggandeng TSMC untuk memproduksi prosesor A8 yang saat ini digunakan oleh iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Keputusan itu diambil Apple setelah hubungannya dengan Samsung memburuk karena masalah hukum pada 2011. (jon/mas)