Sampel Bom Dikirim ke Puslabfor

BENGKULU, BE – Penyidik Polres Bengkulu akan mengirim sampel bekas ledakan bom molotov di Sekretariat DPD Partai Gerindra ke Puslabfor Palembang. Tujuannya, untuk mengetahui bahan bakar atau peledak yang digunakan pelaku hingga menghanguskan kendaraan mobil ambulance milik partai Prabowo Subianto tersebut. Pengiriman sampel dilakukan hari ini (9/2) oleh penyidik Polres Bengkulu. Sehingga penyidik dapat melacak asal muasal bahan bom molotov yang meledak tepat di hari ulang tahun (HUT) ke-8, Sabtu (6/2).
“Kata siapa bom, kalau dibakar iya. Menggunakan molotov itukan sama saja dibakar. Nanti sampel yang sudah diambil akan dikirim ke Puslabfor Palembang,” tegas Kapolres Bengkulu, AKBP. Adrian Indra Nurinta, S.IK melalui Kasat Reskrim, Iptu Mirza Gunawan SIK melalui sambungan telponnya, kemarin (8/2).
Mirza menjelaskan, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan titik terang mengenai pelaku pelemparan bom molotov kendaraan oprasional ambulance  Partai Gerindra tersebut.
“Untuk mengetahui itu kita kirim dulu bahan ini ke Palembang,” ucapnya.
Menurut Mirza, bisa saja nanti ahli dari Palembang yang diminta datang ke Bengkulu atau pihaknya akan mengirimkan perwakilan dari Polres Bengkulu membawa sampel ke Puslabfor Palembang.
“Teknisnya belum tahu, sekarang belum dikirim karena libur,” cetusnya.
Sebelumnya Sekretariat Partai Gerindra mendapat kado mengejutkan, Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Provinsi Bengkulu  di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu juga diduga dilempar bom jenis molotov oleh orang tak dikenal (OTD).
Sekira pukul 04.30 WIB,  Yoyok, penjaga Kantor Gerinda  mendengar adanya suara ledakan, sehingga  terbangun mencari sumber ledakan. Dia terkejut melihat api telah membakar sebagian mobil ambulance milik partainya. Tanpa pikir panjang, dia mengambil racun api sehingga api berhasil dipadamkan. (320)