Sahid Group Lirik Mess Pemda

SahidBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Aset Mess Pemda yang berada di wisata Tapak Padri dengan kondisi kurang terawat itu akhirnya dilirik oleh investor perhotelan. PT Sahid Group yang diketahui tengah mengelola sekitar 20 hotel di Indonesia dengan bendara Sahid Hotels itu sudah mengajukan penawaran untuk mengelola Gedung Mess Pemda. Bahkan PT Sahid Group itu sudah memberikan penawaran siap membayarkan kontrak aset tersebut sebesar Rp 400 juta pertahun ke Pemprov Bengkulu.

“Penawarannya sudah masuk, sekarang kita sedang mengkajinya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMa kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (5/12).

Dalam penawarannya, Rohidin memaparkan, PT Sahid Group menawarkan sistem kerjasamanya dengan kontrak selama 30 tahun, dengan pertahunnya Pemda akan mendapatkan keuntungan Rp 400 juta. Semua pengerjaan, perawatan dengan perehaban dibebankan kepada perusahaan yang mengelolahnya. “Penawarkan agar dengan sistem kontrak. Misal selama 30 tahun dengan pertahunnya dibayar Rp 400 juta,” bebernya.

Pemprov menyambut baik atas penawarannya yang telah diberikan investor yang diketahui telah berpengalaman mengelola perhotelan.

PT Sahid Group berminat mengelola Mess Pemda lantaran posisi lokasi sangat strategis untuk dikunjungi. Sehingga diyakini akan banyak yang datang ke Bengkulu untuk bermalam di hotel yang berada tepat dibibir Pantai Tapak Padri tersebut. “Potensinya bagus sekali untuk dikelola,” tambah Rohidin.

Rohidin juga menegaskan, potensi yang dimiliki oleh Mess Pemda itu sangat menarik wisata luar bahkan asing sekaligus. Bahkan nantinya dalam perencanaan, Mess Pemda akan dibangun sekelas hotel mewah. Semua perlengkapan akan dilengkapi, seperti membangunan kolam renang, restouran hingga gedung tambahaan lainnya. Hal ini juga sebagai potensi untuk mendorong program wonderfull Bengkulu pada tahun 2020 mendatang. “Kita sangat mendukung untuk pengelolaannya,” ujarnya.

Meski demikian, lanjur Rohidin, pemprov akan mengkaji secara cermat. Baik itu hitungan ekonominya, penyertaan modalnya, hingga saham untuk bagi hasil pengelolahaan Mess Pemda. Semua mekanismenya harus jelas, termasuk perizinannya jangan sampai menyalahi aturan. Sehingga Mess Pemda benar-benar bisa dimanfaatkan dengan baik. “Sistem mekanismenya harus jelas, agar tidak melanggar aturan. Jadi akan kita kaji lebih mendalam terlebih dahulu,” tegasnya.

Tak hanya untuk Mess Pemda saja, Rohidin juga berharap agar aset pemda seperti view tower, Sport Center, Gedung Eks STQ, Wisma Bung Karno hingga Stasiun Rel Kereta Api yang terbengkalai selama ini dapat dikelola sehingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

“Tidak aset yang terbengkalai, kita ingin semua dapat dimanfaatkan, sehingga akan memberikan kontribusi nyata untuk daerah,” pungkas Rohidin. (151)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*