Rumah Warga Kedurang Ilir Ludes

ASRI/BE LUDES: Rumah nenek ludes terbakar akibat korsleting listrik, Kamis (13/4).
ASRI/BE LUDES: Rumah nenek ludes terbakar akibat korsleting listrik, Kamis (13/4).

KEDURANG ILIR, BE – Warga Desa Pagar Banyu Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kamis (13/4) siang mendadak heboh.

Pasalnya rumah milik Subah (78), warga setempat, dilalap si jago merah. Beruntung saat kejadian rumah sedang kosong, namun peralatan memasak serta pakaian korban tidak bisa diselamatkan. Akibatnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta.

Upimah (82), tetangga korban yang merupakan saksi mata pertama kali menuturkan, kejadian terbakarnya rumah korban diketahui sekitar pukul 13.05 WIB.

Upimah menuturkan, kebakaran itu ia ketahui saat ia makan di dapur rumahnya yang berada di belakang rumah korban. Ketika sedang makan, Upimah mendengar ada bunyi letusan-letusan kecil seperti suara listrik listrik sedang bergesekan. Lalu ia keluar rumah untuk memastikan sumber suara tersebut. Saat keluar rumah itulah ia melihat api sudah besar di rumah korban.

Kemudian ia langsung berteriak memanggil warga sembari minta tolong memadamkan api di rumah korban. “Saat kejadian saya sedang makan, lalu mendengar suara letusan-letusan kecil, kemudian saya keluar dan melihat api sudah besar,” ujar Upimah.

Sedangkan pemilik rumah, Subah (78), mengaku rumahnya itu sudah dua minggu ini ditinggalkannya. Sebab ia menetap di rumah anaknya yang berada di tidak jauh dari rumahnya.

Ketika mendengar suara Upimah, Subah langsung keluar. Hanya saja karena rumahnya terbuat dari papan, atap seng, dan hanya sebagian berdinding batu-bata, dalam sekejap rumahnya ludes dilalap api.

“Saat kejadian saya di rumah anak saya, karena saya sudah dua minggu tidak lagi tidur di rumah,” ujarnya.
Kapolres Bengkulu Selatan (BS), AKBP Ordiva SIK melalui Kapolsek Kedurang, Ipda Anandiya Marco Diaz membenarkan adanya kebakaran rumah warga di Desa Pagar Banyu, Kamis (13/4) siang.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek langsung ke lapangan, serta menghubungi mobil pemadam kebakaran. Hanya saja, karena jaraknya jauh, mobil pemadam kebakaran dari Kota Manna baru tiba, setelah rumah korban hangus.

Mobil PBK masih sempat memadamkan sisa-sisa api, agar tidak menyebar dan membakar rumah tetangganya.
Dijelaskan Marco, dari pantauan pihaknya di lapangan, penyebab kebakaran rumah korban diduga karena korsleting listrik. Hal itu diduga akibat adanya gesekan kabel listrik yang terkelupas dengan atap seng rumah korban.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran rumah korban akibat korsleting listrik, saya perkirakan kabel listrik saat itu bergesekan dengan atap seng di rumah korban dan akhirnya kulit kabel terkelupas dan menghanguskan rumah korban,” terang Marco.

Sementara itu, Dinas Sosial BS, siangnya memberikan bantuan masa panik kepada korban berupa sembako, pakaian, alat masak, terpal, selimut dan bantuan lainnya.

“Mudah-mudahan bantuan masa panik ini dapat meringankan beban korban dan bisa bermanfaat bagi korban,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial BS, Drs Enggian Maryadi. (369)