Rumah Pengacara Dirampok

Isterinya Ditodong Senpi

Perampokan
PERAMPOKAN: Kapolres Bengkulu AKBP Adrian Indra Nurinta memintai keterangan Roslita (berjilbab merah) pemilik rumah korban perampokan yang terjadi di Perumnas Azzahra Bentiring, Selasa dini hari (11/4). (Foto RIO/BE).

BENGKULU, BE – Aksi perampokan menggunakan senjata api terjadi di rumah pribadi pengacara kondang, Usin Abdi Syahputra Sembiring SH, di Perumahan Azzahra, RW 2 RT 23, Blok B Nomor 7, Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu, Selasa (11/4) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Pelaku perampokan yang diperkirakan berjumlah 3 orang berhasil membawa satu unit mobil Daihatsu Ayla, satu unit sepeda motor Yamaha R25, 6 unit handphone berbagai merek, laptop, perhiasan emas 5,7 gram serta uang tunai Rp 2,5 juta.

Perampokan itu diperkirakan hanya berlangsung selama lebih kurang 30 menit. Saat terjadi perampokan, Usin sedang tidak berada di rumah, karena menghadiri acara Partai Hanura di Kilometer 6,5 Kota Bengkulu.

Tidak heran jika pelaku perampokan sangat leluasa melakukan aksinya. Lantaran dirumah hanya ada Rosliati istri Usin serta dua orang anaknya, Sura (8) dan Fauzan (16). Tidak seperti pelaku perampokan kebanyakan, sembari menodongkan pistol kearah kepala isteri Usin, pelaku sempat mengatakan akan mengembalikan mobil kepada isteri Usin jika tidak melaporkan aksi perampokan itu ke polisi. Mobil akan ditinggalkan di sekitaran Bandara Fatmawati, bisa diambil sekitar pukul 09.00 WIB.

Tetapi perkataan itu nampaknya hanya akal-akalan pelaku untuk mengalihkan penyelidikan polisi. Karena setelah dicek langsung oleh Usin Abdi ditemani dua anggota Polsek Muara Bangkahulu, mobil ternyata tidak ada seperti yang dijanjikan pelaku.

“Saya sudah cek sama polisi, menyisir dari Pagar Dewa sampai bandara tidak ada mobil itu. Saya yakin betul itu hanya pengalihan alibi saja, biar polisi bergerak ke arah Bandara, ” ujar Usin.

Saat disinggung apakah ada unsur dendam atau politik dalam perampokan dirumahnya, Usin tidak membenarkannya. Jika unsur dendam, selama ini Usin mengaku tidak pernah mendapat atau membuat masalah dengan orang lain.

Begitu juga unsur politik, sangat kecil kemungkinan persaingan politik disangkut pautkan dengan kasus perampokan. Kemudian ada indikasi atau tidak yang melakukan perampokan bekas kliennya saat menjadi pengacara, Usin juga menampiknya.

“Saya tidak pernah membuat masalah dengan orang lain. Apalagi dikaitkan dengan politik, dendam atau bekas klien saya terjadinya perampokan ini, ” tegas Usin.

Data terhimpun, pelaku perampokan masuk ke dalam rumah setelah mencongkel pintu samping. Dua orang pelaku menggunakan senjata api masuk ke dalam rumah, sementara satu orang berada di luar memantau keadaan diluar rumah.

Pelaku yang masuk kemudian membuka kamar isteri Usin yang saat itu sedang tidur dengan anaknya Sura. Salah satu pelaku kemudian langsung menarik isteri Usin Abdi, sementara Sura tidak diperbolehkan melihat aksi pengancaman tersebut. Sembari mengancam pelaku meminta kunci lemari, mobil dan motor. Setelah mendapatkan kunci pelaku mencoba satu persatu kunci yang diberikan.

Pelaku kemudian mengobrak-abrik isi kamar, mengambil perhiasan, uang tunai laptop dan handphone. Tidak lama setelah pelaku melarikan diri, Fauzan anak pertama Usin langsung keluar rumah meminta pertolongan kepada tetangga.

Fauzan sebelumnya berada di kamar depan juga mengetahui perampokan itu, tetapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena tahu perampok membawa senpi.

Pukul 04.00 WIB tetangga sekitar rumah Usin menelepon jika rumahnya telah terjadi perampokan. “Saya dapat telepon sekitar pukul 04.00 pagi dari tetanggga yang mengatakan rumah dirampok. Panik dan kaget, saya langsung pulang,” jelas alumnus Fakultas Hukum Unib ini.

Ada Mobil Masuk Perumahan Sebelum Perampokan

Berdasarkan keterangan warga sekitar perumahan Azzahra, sebelum perampokan terjadi, ada satu unit mobil masuk ke perumahan melintas di depan rumah Usin pada tengah malam. Tetapi hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan bahwa mobil itu mobil pelaku menentukan target perampokan.

“Tengah malam itu ada mobil masuk, tetapi tidak tahu juga itu mobil perampok atau bukan,” ujar warga tersebut.

Pengamanan di perumahan Azzahra memang tidak ada. Siskamling sudah lama tidak aktif. Sementara perumahan Azzahra cukup sepi jika dibandingkan perumahan pada umumnya. Sama sekali tidak ada warga yang mendengar adanya keributan di rumah usin, terlebih lagi mengetahui perampokan.

“Disini siskamling sudah lama tidak aktif. Semogalah dengan kejadian ini siskamling bisa diaktifkan lagi, ” imbuh warga yang enggan menyebutkan nama itu.

Motor Ditemukan

Satu unit barang bukti berupa Yamaha R25 berhasil ditemukan sekitar 50 meter dari rumah Usin Abdi sekitar pukul 13.00 WIB. Motor jenis sport warna hitam itu diletakkan di semak belukar oleh pelaku. Motor ditemukan setelah anggota Polsek Muara Bangkahulu menyisir lokasi. Kondisi sepeda motor tidak mengalami kerusakan.

Hanya plat nomor dihilangkan pelaku, kemudian kabel kunci kontak dikelupas. Belum diketahui penyebab pelaku meninggalkan sepeda motor. Tetapi ada dugaan pelaku kesulitan membawa hasil curian sepeda motor tersebut.

Tidak ada yang menduga pelaku bakal meletakkan sepeda motor di lokasi tersebut. Mengingat lokasi yang tidak jauh dari lokasi serta lokasi semak belukar yang berada di pinggir jalan. Lokasi ditemukannya sepeda motor langsung diberi garis polisi. Sementara sepeda motor langsung dibawa ke Polsek Muara Bangkahulu setelah sebelumnya dilakukan identifikasi sidik jari oleh tim identifikasi Polres Bengkulu.

Pelaku dua orang membawa senpi masuk ke dalam rumah tidak menggunakan panutup muka (sebo). Pelaku yang mengancam memiliki ciri berbicara dengan logat Jawa, kulit sawo matang serta memiliki kumis. Kemudian satu orang pelaku lagi memiliki ciri kulit sawo matang tinggi sekitar 170 centimeter. Keduanya mengenakan celana panjang dan kaos.

Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK mengatakan, pihaknya akan bekerja keras mengungkap kasus tersebut sekaligus meringkus tersangka. “Yang jelas kita akan bekerja keras mengungkap kasus ini. Bagaimana kasus ini terjadi rekan rekan juga sudah tahu kan,” jelas Kapolres.(167)