RSMY Silahkan Pangkas Honorer

BENGKULU, BE – Banyaknya pegawai Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu baik berstatus honorer maupun PNS memang dinilai membebani keuangan rumah sakit, namun untuk pemangkasan khususnya tenaga honorer diserahkan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit.
“Masalah dipangkas atau tidaknya honorer itu tergantung pihak rumah sakit. Kalau mereka menganggap kehadiran para honorer itu tidak membawa manfaat atau tenaganya tidak dibutuhkan, ya silahkan dikurangi atau dipangkas. Kalau tenaga honorer itu dibutuhkan, ya silahkan dipertahankan. Yang jelas, kalau memang tidak dibutuhkan, untuk apa dipertahankan,” tegas Plt Sekda Provinsi Bengkulu, Drs H Sumardi MM, kemarin.
Menurutnya, jika memang tidak dibutuhkan, pihak rumah sakit pun harus cepat mengambil keputusan. Karena semakin lama maka anggaran yang dikeluarkan untuk pembayaran gajinya juga semakin besar. Selain itu, agar para honorer itu bisa mencari pekerjaan lain, baik di Provinsi Bengkulu maupun ke luar negeri.
“Kalau tidak dibutuhkan silahkan dipangkas agar mereka cepat mencari pekerjaan lain. Terlebih sebentar lagi pasar Asean akan dibuka sehingga mereka bisa mencari kerja yang lebih baik di negara lain, seperti Singapura, Malaysia dan negara lainnya,” ungkap Sumardi.
Mengenai pegawai yang berstatus PNS yang juga overload, Sumardi mengaku akan dievaluasi oleh Badan Kegepegawaian Daerah (BKD) terlebih dahulu. Dari evaluasi tersebut akan menghasilkan telaah staf yang disampaikan kepada gubernur. Jika dirasakan terlalu banyak, tidak menutup kemungkinan akan dipindahkan ke SKPD lainnya ada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Nanti akan dievaluasi dan hasilnya akan kita laporkan kepada Pak Gubenur. Belum bisa dipastikan apakah dipindahkan atau tidak, karena harus ditelaah dulu,” imbuhnya. (400)