Rp 1,8 M Untuk Rest Area

SKETSA:  Contoh Sketsa rencana rest area yang akan dibangun tahun ini.
SKETSA: Contoh Sketsa rencana rest area yang akan dibangun tahun ini.

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Bengkulu Selatan (BS) dalam waktu dekat ini sepertinya bakal memiliki rest area. Pasalnya Pemda Bengkulu Selatan mendapat bantuan dana dari pemda Provinsi untuk membangun rest area atau tempat bermain dan peristirahatan tersebut.

“Ada bantuan Pemda Provinsi sebesar Rp 1,8 Miliar pada tahun 2018 ini untuk pembangunan Rest Area,” kata Asisten 2 Bupati Novman Ahmad Ali SE.

Novman Ali mengatakan, untuk pembangunan rest area ini, sudah disurvei langsung oleh pihak Provinsi dan mereka menemukan lahan di Desa Sukajaya, Kedurang Ilir yang cocok lokasi rest area. Hanya saja kendalanya, lahan tersebut mklik warga.

“Pihak Pemda Provinsi sudah menemukan lahan yang cocok, kendalanya lahan itu milik warga dan harus dibebaskan,” ujarnya.

Novman Ali menjelaskan, lahan yang diinginkan tersebut merupakan kebun kelapa sawit. Oleh karena itu, pihaknya merencanakan akan melakukan tukar guling dengan lahan Pemda Bengkulu Selatan yang ada di daerah tersebut.

“Kami akan koordinasikan dengan pemilik lahan, mudah-mudahan bersedia tukar guling dengan lahan milik Pemda Bengkulu Selatan di daerah tersebut,” imbuhnya.

Novman Ali menjelaskan, dengan dana Rp 1,8 Miliar tersebut, pemda provinsi hanya membangun rest area yakni pembangunan tempat persinggahan, tempat parkir, rumah makan dan tempat pedagang. Sedangkan Bengkulu Selatan tanggung lahan lahannya. Dengan adanya bangunan Rest area nanti dapatt dimanfaatkan warga dari kabupaten dan kota lain sebagai tempat beristirahat. Selain itu dengan banyak warga beristirahat tidak menutup kemungkinan dapat meningkatkan perekonomian dan menambah PAD.

“Waktu pencarian lahan hingga April 2018, sehingg Juli sudah mulai tahapan pengerjaan, mudah-mudahan adanya rest area ini bisa menjadi lokasi bersantai warga sehingga dapat menunjang perekonomian warga, juga bisa menjadi pintu masuk Bengkulu Selatan – Kaur,” terang Novman Ali. (369)