Rossi Dapat Konfirmasi dari Manajer Honda Bahwa Marquez Memang Balas Dendam

BANYAK yang menyebut bahwa perseteruan antara Valentino Rossi dan Marc Maquez di sirkuit Sepang, Malaysia (25/10) setara dengan permusuhan antara Zinedine Zidane dan Marco Materazzi di Final Piala Dunia 2006 silam. Apalagi, balapan MotoGP hanya menyisakan satu seri lagi di Valencia dan sejatinya menjadi puncak pertempuran Rossi untuk mendapatkan gelar juara dunia.

Tapi semua keseruan itu bisa saja sirna bila Rossi benar-benar harus menjalankan penalti dan start di posisi buncit saat di Valencia. Itu semua karena tuduhan Rossi telah sengaja menjatuhkan Marquez di tikungan 14 Sirkuit Sepang.

Rossi tak tinggal diam. Rossi banding.

Bahkan secara mengejutkan dia juga mengaku mengaku telah mendapatkan konfirmasi dari manajer pembalap Honda Emilio Alzamora bahwa tindakan Marquez tersebut merupakan balas dendam atas insiden di GP Argentina. Saat itu Rossi dianggap melakukan manuver berbahaya yang mengakibatkan Marquez terjatuh dan gagal finis.

“Aku mendapat konfirmasi dari Alzamora: dia bilang Marc menganggap akulah yang membuatnya kehilangan titel juara dunia. Dia (Marquez) benar-benar pecundang,” sengitnya.

Dalam jumpa awal pekan lalu Marquez sudah membantah tuduhan tersebut. Dia mengaku sudah melupakan insiden tersebut dan sama sekali hanya fokus untuk menjuarai balapan di sisa musim.

“Karena itu aku terkejut dengan komentar Valentino Kamis lalu,” ujarnya. Insiden tersebut, tandasnya, nyata-nyata karena Rossi kehilangan kontrol pada emosinya karena tak punya kecepatan cukup untuk mengejar Lorenzo. (cak)