Rohidin Lebih Dekat dengan PAN

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sosok Dr H Rohidin Mersyah MMA yang saat ini menjabat Plt Gubernur Bengkulu memiliki kedekatan dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Kedekatan itu melalui organisasi Muhammadiyah yang melekat dengan Rohidin Mersyah.

Sebab, notabene kader PAN juga banyak dari kalangan Muhammadiyah. Termasuk kedekatan dengan kader-kader PAN, baik tingkat pusat, provinsi hingga tingkat kabupaten/kota.

Karena itu, wajar jika nama Rohidin Mersyah terus digadang-gadang untuk menahkodai partai berlambang matahari tersebut.

Hal itu setelah ada keputusan Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu H Helmi Hasan SE yang juga sebagai Walikota Bengkulu mundur dari Ketua DPW PAN.

“Kalau dekat, Rohidin memang dekat dengan PAN. Apalagi di Muhammadyahnya,” ujar Wakil Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu, H Armansyah Mursalin SE kepada BE, kemarin (6/10).

Meski demikian, Armansyah mengaku masih berat atas keputusan Helmi Hasan untuk mundur dari Ketua Umum DPW PAN. Sebab, kontribusi Helmi Hasan masih sangat dibutuhkan untuk membangunan Bengkulu. Namun, jika hal itu memang keputusan pribadi dari Helmi Hasan, maka sebagai kader partai, Armansyah mengaku tidak bisa mencegahnya.

“Kita sangat menyayangkan jika memang Ketum (Helmi Hasan) ini mengundurkan diri. Karena Bengkulu masih membutuhkannya,” tuturnya.

Armansyah yang juga Anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini meminta Helmi Hasan untuk berpikir secara matang terlebih dahulu untuk memutuskan mundur. Jika pun harus mundur, maka penggantinya juga harus sebanding dengan totalitasnya membesarkan nama PAN Bengkulu. Apalagi Helmi Hasan juga telah menyatakan penggantinya yaitu Rohidin Mersyah.

“Kalau yang gantikan Rohidin itu sangat tepat. Apalagi dengan kedekatan Rohidin saat ini dengan PAN. Sebab, Rohidin juga tercatat sebagai Dewan Pembina DPW PAN Provinsi Bengkulu,” terang Armansyah.

Meskipun, Rohidin telah menegaskan bahwa dirinya akan fokus terlabih dulu dengan kinerja pemerintahaan, namun Armansyah mengakui, hal itu wajar. Sebab, posisi sekarang Rohidin masih menduduki sebagai Plt Gubernur. Namun ketika definitif nantinya, bisa saja Rohidin memutuskan siap memimpin partai berlambang matahari ini.

“Kita dukung siapapun yang ingin maju nanti. Termasuk Rohidin. Karena sekarang wajar beliua masing ingin fokus di pemerintahaan, tapi setelah definitif mungkin bisa bergabung,” tambahnya.
Sementara itu, dari Partai Golkar juga siap untuk mendukung Rohidin Mersyah menjadi Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu.

Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD I Partai Golkar Provinsi Bengkulu, H Mulyadi Usman juga mendorong Rohidin Mersyah menjadi Ketua Partai Golkar memang sudah sering dilakukan. Sebab, kinerja Partai Golkar dengan program yang dimiliki Ridwan Mukti saat itu sama persis dengan program yang dilakukan oleh Rohidin Mersyah saat ini. Sehingga program itu tinggal kembali dilanjutkan saja.

“Program RM 1 dan RM 2 itu sama, termasuk di Golkar. Jadi tepat jika memang Rohidin siap memimpin Golkar,” ujar Mulyadi.

Jika memang Rohidin siap untuk memimpin Golkar, maka kader Golkar akan siap untuk mendukung. Sehingga Partai Golkar bisa kembali bergeming untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat Bengkulu.

“Kita siap dukung jika memang Pak Rohidin siap. Karena memang visi misi kita sama. Tujuannya tidak lain, hanya untuk membangun Bengkulu,” tandas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bengkulu ini.

Sedang Atur Strategi

Sementara itu, Pengamat Politik Unib, Drs Heri Supriyanto MSi menilai, respon penolakan Rohidin menunjukkan kehati-hatiannya dalam memilih partai tempatnya berlabuh.

Menurutnya, Rohidin memiliki strategi sendiri dalam menentukan parpol pilihannya.

Diakui Heri, penolakan Rohidin atas tawaran parpol adalah karena Rohidin tengah menentukan strategi terbaik untuk memilih parpol.

“Pak Rohidin bukan tidak mau saat ditawari, namun dia memang lebih berhati-hati dalam memilih yang mana yang tepat untuk dirinya,” ujar Heri kepada BE, kemarin (6/10).

Diungkapkan Heri, penolakan yang disampaikan Rohidin dengan alasan ingin fokus mengurus pemerintahan, dinilainya bukan lantaran Rohidin tidak mau ditawari, justru penolakan ini karena ada kekhawatiran Rohidin mengenai pilihan parpol yang tepat.

“Pak Rohidin adalah sosok pejabat yang banyak tahu tentang parpol sehingga ia lebih hati-hati terhadap pilihan atau bahkan tidak menjatuhkan pilihan,” ungkap Heri.

Dilanjutkan Heri, pada saat tepat seperti menjelang pemilu seperti Pilgub baru pada periode mendatang, ia dipastikan mulai melirik parpol yang dianggapnya layak.

“Rohidin akan memilih di saat yang tepat, barangkali nanti menjelang Pilgub,” tambah Heri.

Dijelaskan, pengisian jabatan tidak secara otomatis bisa langsung diambil siapapun, walaupun saat ini Helmi Hasan menyatakan mundur dari Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu, namun tidak serta merta saat Rohidin dirayu maka langsung masuk PAN.

“Tetap saja Rohidin perlu hati-hati karena sudah belajar dari pengalaman, sehingga dirinya belum menentukan dan hanya mengatakan maaf saya belum menentukan pilihan parpol,” terang Heri.

Heri mengatakan, seorang politisi akan memainkan perannya disaat yang tepat, apalagi Rohidin adalah seorang birokrat yang penuh kehati-hatian.

“Menolak politik itu bukan harga mati, tetapi momen waktu. Rohidin justru punya strategi dalam menentukan pilihan yang terbaik di waktu yang tepat,” imbuh Heri.

Diakui Heri, setiap Parpol memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga pilihan ada di tangan Rohidin mau memilih parpol yang mana. Apalagi posisi Rohidin sekarang sangat strategis, jadi kemungkinan dilirik parpol juga sangat besar.

“Posisi Rohidin cukup strategis, banyak parpol yang akan melirik. Tapi terkait pilihannya tentu Rohidin akan memiliki pertimbangan tersendiri,” tukasnya. (999/151)