RM Bersama Mayarakat Lembak Arak Barang Landong, Jadikan Sebagai Ajang Festival Daerah

BE (8)
BENGKULU, BE – Provinsi Bengkulu banyak memiliki kearifan lokal. Salah satu kearifan lokal tersebut bernama Barang Londong. Kearifan lokal ini sendiri berasal dari kesenian masyarakat Lembak yang ada di Provinsi Bengkulu. Kemarin (23/10), bertepatan dengan sebelum pembuangan tabot dilakukan, kesenian Barong Landong tersebut diarak di jalanan Kota Bengkulu. Namun ada yang unik dalam arak-arakan Barong Landong tersebut, calon Gubernur Bengkulu nomor urut 1, Ridwan Mukti diajak oleh masyarakat suku Lembak untuk ikut diarak bersama Barong Landong tersebut. Arakan Barong Landong yang diiringi musik tradisional yang terdiri dari 5 alat musik, yakni gendang, serunai, redap, klentang dan gong ini, cukup membuat ramai jalanan dari depan Balai Adat Melayu hingga ke Simpang Lima Kota Bengkulu. Dengan diajaknya Ridwan Mukti yang sering disapa RM ini, untuk memberikan motivasi kepada masyarakat, bahwa kesenian Barang Landong tersebut harus tetap dilestarikan.
“Saya cukup bangga dan memberikan apresiasi kepada masyarakat Bengkulu, terkhusus masyarakat suku Lembak. Karena kesenian Barong Landong yang telah ada sejak dulu kala bagi suku Lembak ini, masih tetap untuk dilestarikan,” ujar Calon Gubernur Bengkulu, Dr. H. Ridwan Mukti MH, kepada BE, setelah usai mengikuti arak-arakan Barang Landong, kemarin (23/10).
Lanjut Ridwan Mukti yang akrap disapa RM ini menjelaskan bahwa kesenian tradisional masyarakat Lembak mirip dengan ondel-ondel ini patut diapresiasi. Apalagi Barong Landong sendiri telah dinominasikan menjadi salah satu ikon Provinsi Bengkulu. Sehingga ke depan kesenian ini dapat menjadi ajang festival daerah yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bengkulu.
“Kita berharap kedepan, Barang Landong ini bisa menjadai festifal daerah pada saat Tahun Baru Islam. Sehingga masyarakat dapat ikut serta turun kelapangan, untuk menunjukan kreasi Barong Landong di setiap Kabupaten dan kota. Jadi tidak hanya Barong Landong Tanjung Agang saja,” terangnya.
Dalam arakan tersebut, RM langsung didampingi oleh Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kota Bengkulu S Effendi. RM yang terlihat bersemangat pun sesekali menyalami masyarakat yang berada di pinggir jalan, untuk menyaksikan arak-arakan Barong Landong tersebut. Dengan demikian, RM berharap kearifan lokal seperti Barong Landong dan Tabot ini, harus terus terus disalurkan kepada generasi muda. Agar kesenian ini tidak hanya berhenti pada generasi tua saja.
“Saya juga bagian dari orang Lembak, karena ayah saya berasal dari Suku Lembak dan Ibu saya berasal dari suku Rejang. Artinya darah saya juga kental dengan darah Lembak, apalagi istri saya juga dari Lembak. Oleh karena itu, saya berharap kesenian masyarakat Bengkulu harus diturunkan kepada anak cucu kita. Agar semua generasi dapat menjaga kesenian ini, untuk tetap ada sampai kapan pun,” pungkas RM.
Sebelumnya, pada hari Kamis (22/10) lalu, RM juga diundang oleh masyarakat Lembak untuk mengikuti pelepasan ritual kesian Barong Landong di Lapangan Pasar Geting Kelurahan Tanjung Agung Kota Bengkulu. Didalam pelepasan tersbut, RM bersama tokoh masyarakat Lembak, seperti Mahyudin Sobri dan Ketua BMA Kota Bengkulu, HS Effendi ini, ikut menari bersama Barang Landong. Bukan hanya itu saja, RM bersama masyarakat juga dihibur dengan kesenian Bubu Gile atau Luka Gile. (151)