Rejang Lebong Miliki Wisata Air Panas Baru, Grojogan Sewu Diubah Jadi Pacoa Seribeu

Ari, Objek wisata Grojokan Sewu yang menjadi destinasi wisata baru di Rejang Lebong, untuk pengembangan tahap awal objek wisata ini Disparbud Rejang Lebong membutuhkan dana sekitar Rp 5 miliar (1)

CURUP, BE – Selain Suban air panas, Kabupaten Rejang Lebong akan mengembangkan potensi pariwisata air panas baru, yakni Grojogan Sewu. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan RL akan menganggarkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunan objek wisata yang berada di lereng Bukit Kaba tersebut.
“Untuk angka pastinya kita belum tahu, namun diperkirakan akan mencapai Rp 5 miliar,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rejang Lebong, Drs Suwardi Latif MM.
Menurut Suwardi dana sebesar Rp 5 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas penunjang di sumber air panas yang terletak di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang tersebut. Beberapa fasilitas penunjang yang akan mereka usulkan yaitu pembangunan jalan, maupun penunjang objek wisata lainnya seperti kamar bilas dan kolam penampungan.
“Ini akan kita usulkan pada tahun 2016 mendatang, karena seperti kita ketahui pada tahun 2015 ini tidak ada kegiatan pembangunan maupun perbaikan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini. Kita ajukan pada APBD Perubahan juga tidak bisa, karena waktu yang singkat,” jelas Suwardi.
Lebih lanjut, Suwardi berharap agar pihak DPRD Rejang Lebong bisa menerima anggaran yang mereka ajukan. Karena menurut Suwardi, ajuan yang mereka sampaikan untuk kebaikan Rejang Lebong sendiri dan penambahan pendapatan daerah dari PAD sektor pariwisata.
Karena menurutnya dengan bagusnya infrastruktur serta dilengkapi dengan pasilitas yang memadai, maka sektor pariwisata dipastikan akan tumbuh dengan menggeliat. Dan pertumbuhan tersebut semua akan diuntungkan.
“Masyarakat akan diuntungkan dengan peningkatan ekonomi karena memiliki peluang bisnis saat pariwisata di kawasan tersebut sudah berjalan. Pemerintah juga diuntungkan dengan penambahan PAD dari sektor pariwisata.
Terkait dengan rencana pengelolaannya nanti, Suwardi yang baru menjabat Kadis Pariwisata ini menjelaskan akan dilihat perkembangannya nanti, apakah langsung dikelola oleh Pemda ataupun pihak ketiga. Karena menurut Suwardi, yang terpenting adalah menghasilkan PAD yang maksimum bagi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Terkait dengan namanya sendiri, Suwardi juga berenca akan melakukan perubahan. Karena menurutnya nama Grojogan Sewu kurang pas, karena berada di Kabupaten Rejang Lebong. Nama Grojokan Sewu sendiri merupakan nama salah satu objek wisata di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Oleh karena itu ia akan diubah dengan nama Rejang sekaligus untuk memperkenalkan Rejang Lebong.
“Biar artinya tetap sama, namun menggunakan Bahasa Rejang, objek wisata tersebut akan kita berinama Pacoa Seribeu yang artinya pancuran seribu. Dengan menggunakan bahasa Rejang, orang akan menjadi penasaran sehingga ingin berkunjung,” papar Suwardi. (251)