Ridwan Mukti : Golkar Partai Petarung

Target Menang Piplres dan Pemilu 2019

Golkar
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu, H Ridwan Mukti, saat memotong tumpeng peringatan HUT Ke 52 Tahun Partai Golkar, kemarin (15/11). (Foto JOS/BE).

BENGKULU, BE – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Bengkulu, H Ridwan Mukti menyatakan, Partai Golkar adalah partai petarung. Dirinya mengklaim, setiap kader Partai Golkar diberi lawan bertarung pada perpolitikan, Partai Golkar belum mendapat lawan yang seimbang.

“Partai Golkar, partai pertarung. Setiap diberi lawan, tidak pernah mundur untuk bertarung dan selalu menang,” ujar RM dalam sambutan, peringatan HUT Partai Golkar ke-52 di halaman Sekretariat DPD Golkar BengkuLu, kemarin (15/11).

Meski menjadi pertarung handal, RM menegaskan, Partai Golkar bisa kalah bila tidak diberikan lawan dalam berpolitik. Jika tidak ada lawan, maka kader sama-sama dari Partai Golkar lah yang akan bertarung. Dengan pertarungan sesama kader, maka perpecahan Partai Golkar akan terjadi. “Ini yang kita antisipasi, jika Partai Golkar tidak diberikan lawan dan lawannya teman sendiri, maka ini yang buat repot,” tambahnya.

Sebab itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Bengkulu menargetkan menang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun 2019 mendatang. Menurutnya, HUT ke-52 ini merupakan momentum bagi Partai Golkar untuk kembali bangkit mempersiapkan diri untuk menjadi partai yang mewakili seluruh masyarakat.

Tantangan Partai Golkar pada Pemilu 2019 mendatang akan berbeda dengan Pemilu sebelumnya, pasalnya dalam Pemilu 2019 nanti pemilihan legislatif (DPR) akan berbarengan dengan Pemilihan Presiden, untuk itu menurutnya taktik dan strategi yang digunakan pun haruslah berbeda.

“Kebangkitan tersebut tidak ada yang secara tiba-tiba, semua harus by design, artinya hari ini seluruh kader Partai Golkar harus terlibat untuk menyusun strategi bagaimana memenangkan Pemilu 2019 nanti, untuk itu strategi-strategi yang sebelumnya harus diganti karena sudah tidak cocok lagi digunakan di tahun 2019,” ungkapnya.

Ridwan Mukti menerangkan, untuk mewujudkan kemenangan pada Pemilu tahun 2019 nantinya perlu solidaritas dan kekompakan seluruh kader Partai Golkar, untuk itu perlu dilakukan pembenahan internal.

“Saya harap kalau ingin bertempur tahun 2019 nanti, semua persoalan internal harus sudah selesai ditahun 2017, jadi tidak ada lagi perseteruan perebutan daerah pemilihan, tidak ada lagi keberpihakan gender yang harus didahulukan, dan tidak ada lagi persoalan pribadi atau faksi-faksi,” tegasnya.

Lanjutnya, DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu akan segera mengadakan Jambore untuk seluruh kader Partai Golkar Provinsi Bengkulu dalam rangka meningkatkan rasa solidaritas dan kekompakkan antar kader partai.

Ridwan Mukti juga menegaskan kepada seluruh kader Partai Golkar harus menjadi tauladan dan contoh untuk masyarakat. Salah satu tidak terlibat korupsi. “Karena kita ingin membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa, untuk itu saya minta kepada seluruh kader Partai Golkar di Provinsi maupun di kabupaten/kota, terkususnya kepada seluruh anggota fraksi DPRD untuk menolak pungli dalam rangka ketok palu setiap transaksi DPRD,” tegasnya.

HUT Partai Golkar ke-52 itu dihadiri oleh Ketua Harian DPD I Golkar Bengkulu Imron Rosyadi, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Provinsi Bengkulu DR (HC) H Ahmad Hijazi SH MSi dan semua pengurus DPD, DPC hingga tingkat ranting se-Provinsi Bengkulu ini.

Sedangkan Ketua Panitia pelaksana HUT Partai Golkar ke-52, Mardensi SAg mengatakan, kegiatan perayaan HUT ke-52 Partai Golkar ini diadakan lomba membuat nasi tumpeng. “Peserta yang mengikuti lomba nasi tumpeng ini ada 54 peserta dari DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota, Fraksi Partai Golkar, dan organisasi keperempuanan yang ada di Provinsi Bengkulu,” jelasnya.(cw1/151)