Resmi, Ongkos Haji Turun

Jika Di-Rupiah-kan, Naik

JAKARTA, BE – Kementerian Agama (Kemenag) dan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1436 Hijriah atau 2015 sebesar US$ 2.773. Ongkos haji tahun ini lebih murah dibandingkan tahun lalu sebesar USD 3.219.
“Biaya haji yang harus dibayarkan calon jamaah haji, tahun ini sebesar US$ 2.717 atau Rp 33.962.500,00,” ungkap Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Syaifuddin dalam Rapat Dengar Pendapat penetapan BPIH tahun 2015 Kemenag dengan Komisi VIII di gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/4). Ia menambahkan, penurunan BPIH tahun ini sebesar US$ 502.
Lukman menjelaskan, penurunan ongkos haji tahun ini dipengaruhi tiga komponen. Pertama, biaya tahun haji tahun ini mengalami penurunan yang signifikan. Kedua, penurunan biaya haji tahun ini dibanding tahun lalu sangat signifikan, ketika membandingkan tahun 2010 biaya haji sebesar US$ 3.364, tahun 2011 sebesar US$ 3.537, tahun 2012 sebesar US$ 3.617, tahun 2013 sebesar US$ 3.527, tahun 2014 sebesar US$ 3.219 dan tahun ini sebesar USD 2.717.
Dimana pada tahun ini biaya rincian direct cost (biaya langsung) BPIH, untuk tiket penerbangan sebesar US$ 2.000, Pemondokan Makkah US$ 312, dan Living Allowance (biaya sehari-hari ibadah haji) sebesar US$ 405. Sedangkan untuk Indirect cost (biaya tidak langsung) BPIH, untuk passanger service US$ 146 dan pemondokan US$ 890. Sehingga total biaya direct cost BPIH sebesar US$ 2.717 dan Indidect cost BPIH sebesar US$ 1.036.
“Maka, ketika mendengar Panja menetapkan biaya haji tahun ini sebesar US$ 2.717, dengan penurunan sampai dengan US$ 502 dibanding tahun lalu dan nilai penurunanya sangat signifikan. Saya selaku Menteri kaget, ketika mendapat laporan dari Dirjen Penyelenggaean Ibadah Haji dan Umroh (PHU) Kemenag,” katanya.
Politisi Partai Persatuan Pembangun (PPP) ini menambahkan, angka dalam penentuan besaran BPIH semuanya dengan US$. Karena pemerintah setuju dengan DPR tidak pernah menerapkan biaya haji dengan Rupiah (Rp). Di sisi lain, lebih dari 95 persen penggunaan atau pembelanjaan dari biaya haji digunakan untuk keperluan di luar negeri, melalui pembayaran USD atau SAR.
Ketiga, bagi Kemenag penurunan BPIH yang signifikan ini, dilakukan tanpa sedikit pun mengurangi kualitas pelayanan ibadah haji. Hal ini harus disyukuri, karna tidak hanya penurunan kualitas pelayanan tapi juga pembinaan dan perlindungan bagi calon jamaah haji Indonesia. Bahkan penurunan biaya haji ini, justru meningkatkan kualitas pelayanan dalam hal-hal tertentu, misalnya perubahan rute penerbangan baik rute gelombang pertama maupun gelombang ke dua.
Hal Ini bisa lebih efisien, bagi gelombang pertama bisa langsung menuju Madinah dari 12 embarkasih di tanah air dan kembalinya khusus gelombang dua dari Madinah bisa langsung ke tanah air, tanpa harus transit ke Jeddah. “Jadi ini tidak hanya efisien dalam hal menghemat stamina para jamaah haji kita, tapi yang utama adalah efisiensi dalam hal transportasi darat, seperti ketering, pemondokan transit di Jeddah dan lain sebaginya,” papar Lukman.
Lukman berharap dengan penurunan biaya haji dan meningkatkan kualitas, dapat diteruskan di tahun mendatang. Contohnya, tahun ini untuk pertama kalinya dilakukan penerimaan makanan sehari bagi jamaah haji ketika tinggal di Mekkah selama 15 hari.
Kemudian terkait dengan konsentrasi pemondokan, karena dukungan Panja dan semua anggota Komisi VIII DPR. Pemerintah mencoba melakukan efisiensi dalam titik-titik pusat pemukiman jamaah haji di Mekkah, dibanding tahun lalu. Sebab pada tahu lalu ada 12 titik dan tahun ini dipersempit menjadi 6 daerah, yaitu Raudhah, Jarwal, Mahbas Jin, Misfalah, Aziziyah dan Syisyah. “Dengan 6 titik akan mengefektifkan bissolawat rute-rute itu akan semakin efektik dengan adanya pemusatan konsentrasi pemondokan jamaah ini,” tuturnya.
Dia menambahkan, hal ini akan meningkatkan distribusi katering yang diberlakukan tahun ini bagi parah jamah haji, terutama ketika tinggal di Mekkah. Sedangkan yang tinggal pemondokan di Markajizah dalam radius satu kilo meter dari Nabawi. “Mulai tahun ini sudah seperi di Mekkah, kita sudah tahu hotel hotel yang akan ditempati oleh jamah kita dan itu semua berada di Markajizah,” ucapnya.
Di sisi lain, hal paling panting  tenda-tenda di Arafah mulai tahun ini bisa diberikan penyejuk udara. Karena temperatur akan semakin panas, diperkirakan 45 Celcius atau bisa mencapai 48 celcius. Hal ini cukup menyita stamina jamah haji, mengingat puncak ibadah haji adalah di Arafah. Namun, pemerintah Saudi Arabia sudah berjanji meningkatkan kwalitas akomodasi atau tenda tenda yang ditempati di Arafah.
Sementara, Pimpinan Komisi VIII DPR, Saleh Daulay mengatakan, Komisi VIII DPR bersama dengan Kemenag telah membentuk Panja membahasa BPIH secara intensif sejak (29/1)  sampai dini hari tadi (22/4), telah  berhasil menurunkan besaran BPIH untuk 1436  H/2015. Sebesar USD 2.2I7 atau sebesar 33.962.500. Dengan asumsi nilai tukar rupiah 12.500.
Anggota fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, meski BPIH tahun ini mengalami penurunan sebesar 502. Tapi bila dalam rupiah naik sebesar Rp. 163.000 dibandingkan 1435/2014 M. Karena hal ini dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang melemah bersarman mata uang dollar. (wmc)