Warga Keluhkan Pemadaman Listrik Berjam-jam

listrik_234BENGKULU, bengkuluekspress.com – Wakil Ketua I DPRD Propinsi Bengkulu Edison Simbolon melaksanakan reses di Kelurahan Padang Nangka Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu. Salah satu keluhan yang disampaikan masyarakat pada reses tersebut mengenai pemadaman aliran listrik yang dilakukan Perusahan Listrik Negara (PLN).

Salah seorang warag bernama Tarmizi menungkapakan, matinya listrik bukan hanya satu hingga 2 jam saja, melainkan 6 hingga 10 jam, dan pemadaman aliran listrik itu terjadi berserang 2 atau 3 hari sekali.

“Kami tidak mengetahui apa alasan pihak PLN yang terus mematikan aliran listrik kepada konsumen. Padahal sebelumnya meski ada pemadaman aliran listrik, namun tidak separah kali ini. Matinya aliran listrik itu terjadi 2 atau 3 hari sekali dan nama padamnya berjam-jam,” ungkapnya dalam dialog reses antara Wakil Ketua I DPRD Propinsi Bengkulu Edison Simbolon dengan puluhan warga.

Menurut Tarmizi, dengan seringnya pemadaman listrik tersebut secara tidak langsung telah merugikan konsumen. Apalagi pekerjaannya yang membutuhkan aliran listrik. Sedangkan masyarakat selaku konsumen terlambat saja membayarkan 1 hari, pihak PLN diduga sudah cenderung  semena-mena hingga pemutusan jaringan listrik. Sementara aliran listrik dimatikan tidak ada 1 rupiah pun kompensasi yang diberikan pihak PLN.

“Kita minta DPRD Propinsi Bengkulu untuk memanggil pihak PLN dan mempertanyakan alasan pemadaman aliran listrik secara rutin ini, serta mendesak perbaikan kinerja terhadap pihak PLN, karena masyarakat selaku konsumen sudah dirugikan,” katanya.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua I DPRD Propinsi Bengkulu Edison Simbolon menyatakan, pihaknya sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif akan menindak lanjuti setiap aspirasi masyarakat termasuk mempertanyakan kepada pihak PLN, tentang pemadaman aliran listrik hingga berjam-jam akhir-akhir ini.

Selain itu mengenai adanya pemotongan kuota listrik dengan sistem untuk lampu jalan juga akan dipertanyakan pihaknya ke PLN. Mengingat sepengetahuannya, kondisi lampu jalan sekarang ini juga banyak yang tidak hidup lagi.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak PLN. Bahkan jika perlu kita panggil ke lembaga legislatif agar bisa menjelaskan permasalahan yang disampaikan masyarakat dan diharapkan ada perubahan kearah yang lebih baik pada masa mendatang,” tandasnya. (Dil)