Reses Dewan Kota, Warga Keluhkan Layanan Kesehatan Hingga PDAM

parlementaria_640x150-01

Foto Berita Reses DPRD Kota Bengkulu Dapil II, di Kecamatan Muara Bangkahulu.

BENGKULU, bengkuluekspress.com– Warga kecamatan muara Bangkahulu laporkan berbagai permasalahan yang mereka hadapi mulai dari insfrastruktur jalan hingga layanan PDAM. Hal ini terungkap dalam reses anggota dewan di daerah pemilihan (Dapil) II Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu.

Dalam reses yang dikuti oleh beberapa anggota dewan khususnya Dapil II kota Bengkulu, diantaranya Mardianti, SH, Sutardi, SH, Sandy Bernando, ST, Imran Hanafi, SE, Bahyudin Basrah, S.Sos, dan Nazarudin Hutagalung, ini digelar hariini, senin,(07/11/2016), di halaman kantor Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu.

Hadir dalam pertemuan tersebut tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan berbagai elemen masyarakat yang ada di Muara Bangkahulu.

Anggota DPRD Kota Bengkulu yang di wakili oleh, Bahyudin Basrah,mengatakan bahwa kegiatan ini kita laksanakan untuk menampung dan mendengarkan apa aspirasi masyarakat saat.

“Kami siap menampung dan berjuang seluruh aspirasi dari masyarakat terutama yang berada di dapil II ini,” katanya.

Selain itu, dirinya mengingatkan apabila nantinya ada aspirasi dari masyarakat yang belum dapat ditampung seluruhnya secara lisan, makan masyarakat dapat segera menyampaikan secara tertulis, agar dapat segera tindaklanjuti.

Selain itu, pihaknya juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat di dapil II, apabila pada anggaran tahun 2016/2017 belum seluruhnya aspirasi dari masyarakat dipenuhi secara menyeluruh.

“Usulan yang disampaikan masyarakat harus kami kaji dan analisa serta kami pelajari terlebih dahulu. Hal ini guna untuk menetukan mana yang seharusnya menjadi prioritas dan mana yang tidak,” Jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga RT 11 Kelurahan Bentiring, menyampaikan keluhannya dan meminta para Anggota DPRD untuk dapat melakukan sidak ke puskesmas di perumahan kopri. Menurutnya layanan puskesmas tersebut selama begitu sangat memprihatinkan dan menyedihkan.

Tak hanya itu, Indra juga meminta agar pihak DPRD mau menganggarkan alat pengendali banjir di daerah tempat tinggalnya saat ini. Karena daerah tersebut sangat rawan sekali akan terjadinya banjir, yang dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat mengancam jiwa warga yang tinggal berada didaerah setempat.

“Kami juga meminta agar layanan PDAM di Kota Bengkulu khususnya di Kec, Muara Bangkahulu ini dapat berjalan secara maksimal dan benar-benar memikirkan akan kebutuhan masyarakat dengan baik,” ujar Indra.

Keluhan lain diungkapkan Komarudin, yang biasa akrab di panggil Cak Komar yang tinggal di RT 07 Kel. Bentiring. Menurutnya saat ini tempat ibadah yang ada dilingkungannya sangat membutuhkan bantuan dalam pembangunannya.

“Masjid yang ada di daerah kami ini, tergolong menjadi masjid yang paling jelek yang ada di Kota Bengkulu. Untuk itu, dirinya berharap DPRD Kota Bengkulu dapat membantu dalam penganggaran pembangunan masjid tersebut,”harapnya.

Menanggapi keluhan yang disampaikan masyarakat, Sandy Bernando, ST, mengatakan bahwa dewan akan memperjuangkan apa yang telah disampaikan masyarakat dalam reses kali ini. Bahkan pihaknya dalam waktu dekat, akan melakukan sidak di Puskesmas yang dikeluhkan yang dimaksud dari salah seorang warga.

Sedangkan mengenai pembanguanan infrastruktur seperti jalan, drainase dan lain sebagainya terus dilakukan. Hanya saja, hal tersebut dilakukan secara bertahap dan melalui proses pengkajian terlebih dahulu. Hal ini untuk menentukan mana yang terlebih dahulu yang menjadi prioritas untuk direalisasikan.

“Keterbatasan anggaran yang kita miliki, juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan mana yang seharusnya lebih diutamakan dalam memenuhi keinginan pembangunan infarstruktur yang diinginkan,”jelasnya.

Terkait dengan kurang maksimal nya dari kinerja yang dilakukan PDAM Kota Bengkulu, Sandy Bernando menilai, hal ini dikarenakan pipa utama yang di miliki PDAM saat ini sangat sudah tidak layak sehingga tidak bekerja secara maksimal lagi.

Hal inilah yang menyebabkan air yang mengalir kerumah-rumah masyarakat sering, mati atau pun sering berubah warna.

“Untuk itu, berusaha kedepan dapat menganggarkan pembelian pipa yang baru bagi PDAM. Dengan begitu apa yang menjadi persoalan tersebut dapat segera teratasi.”pungkasnya. (One/Prw)