Reses Dewan Kota, Masalah Infrastruktur Masih Dikeluhkan Warga

dewan_reses-erna

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Seperti anggota dewan lainnya, hari ini, Kamis, (10/11/2016), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, yang juga ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi, SE (ESD), didampingi sekretaris Komisi III DPRD kota, Rena Anggraini kembali turun ketengah masyarakat untuk menyerap berbagaiaspirasi dari masyarakat pada dalam reses di daerah pemilihan (Dapil) II, di halaman kantor Kecamatan Teluk Segara.

Dalam reses kali ini banyak sekali keluhan masyarakat yang disampaikan terutama masalah pembangunan Infrastruktur.Untuk itu, reses kali ini, ESD mengundang Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Bengkulu, untuk dapat bertatap muka dan mendengarkan langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat tersebut. Hal ini dilakukan agar PU dapat segera mungkin menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat yang secara prioritas belum terealisasi pembangunannya.

“Alhamdulillah, hampir lebih dari 60 % warga yang ada di daerah pemilihan II yang meliputi Kecamatan Teluk Segara, Muara Bangkahulu dan Sungai Serut, merasa puas terhadap kinerja yang dilakukan pemerintah selama Kota Bengkulu. Ini menunjukkan aspirasi yang di sampaikan oleh masyarakat sebagian sudah dapat diatasi,” ujarnya.

Namun, berkenaan dengan adanya beberapa aspirasi masyarakat yang belum dapat terealisasikan di tahun 2106 tersebut, ESD pun berjanji hal ini akan dijadikan pekerjaan rumah penting kedepan bagi dirinya selaku Ketua DPRD Kota Bengkulu.

“Saya sebagai salah satu wakil rakyat yang telah dipilih dan dipercayai mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya berupaya untuk mengawal realisasi aspirasi warga yang belum terlaksana pada tahun ini,” ujar wanita pertama yang bisa menjabat Ketua DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi partai Nasdem ini.

Sementara itu, adapun beberapa yang menjadi aspirasi masyarakat dalam reses kedua tahun 2016 ini, diantara nya perehaban Jalan usaha tani. hal ini disampaikan Murdi Efendi, warga dari kec. teluk segara. Menurutnya akses jalan tersebut perlu diperbaiki karena menjadi satu-satunya jalan yang dilewati petani untuk mengangkut hasil tani mereka.

“Kami juga meminta agar pihak DPRD kota dapat memfungsikan kembali pasar Bentiring dan mengaktifkan kembali pusat balai benih, sehingga dapat di manfaatkan oleh masyarakat,” harapnya.

Permasalahan mengenai infrastruktur lainnya juga disampaikan oleh Hasrul Ketua RT II kelurahan Pintu Batu Kota Bengkulu. Dirinya meminta pada tahun 2017 nanti, pemerintah dapat merealisasikan pembangunan jalan yang terletak di Jalan Sudurman II, RT II Kota Bengkulu.

“Hingga detik ini belum sama sekalitersentuh pembangunan oleh Pemerintah. Hal lain, juga yang perlu dibenahi yaitu menyangkut kelangkaan gas elpiji yang ukuran 3 Kg serta banyaknya kendala dalam pembuatan E-KTP di kantor Dukcapil Kota Bengkulu,” harapnya.

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur berupa Drainase disepanjang jalan Iskandar, kelurahan Tengah padang, penanganan tata kelola auning dan lampu jalan juga menjadi PR yang harus diselesaikan DPRD Kota Bengkulu.

Menyikapi hal ini, Ketua DPRD Kota Bengkulu Erna Sari Dewi (ESD), mengungkapkan terkait keinginan pengaktifan fungsi pasar Bentiring memang sudah menjadi rencana kedepan dirinya dalam beberapa kurun waktu dekat ini.
“Hal ini sudah saya diskusikan bersama Menteri Perdagangan dan Perindustrian saat bertemu kemarin (09/11). Dalam pertemuan tersebut pihak Kementerian telah membuat Program untuk tahun 2017,” katany.

Ditambahkannya, pasar yang selama ini tidak dikonsentrasikan anggaran pembangunannya, akan dikonsentrasikan dan akan di format menjadi pasar-pasar kecil di setiap kecamatan.

Sedangkan terkait lambatnya proses pembuatan E-KTP di kantor Dukcapil Kota Bengkulu. ESD menerangkan, bahwa memang dalam beberapa minggu ini kantor Dukcapil ada sedikit mengalami permasalahan tekhnis yaitu tidak tersedianya Blanko pembuatan E-KTP tersebut.

Sedangkan terkait usulan untuk perehaban jalan usaha tani, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Rena Anggraini menjelaskan bahwa tertundanya pembanguna jalan usaha tani tersebut dikarenakan adanya miskomunikasi antara Lurah setempat dengan pihak PU mengenai lokasi Jalan tersebut.

Disamping itu, terkait masalah bududaya balai benih, Rena Anggraini menyampaikan pihaknya akan segera menyampaikan kepada dinas pertanian Kota Bengkulu, agar hal ini dapat dikembang dan dikelola kembali, sehingga nanti manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Kadis PU Kota Bengkulu, Andi yang hadir dalam reses menyampaikan terkait pembangunan jalan Semarang saat ini pihaknya telah menghadap kadis PU propinsi Bengkulu.

Dimana, jalan tersebut pada tahun 2017, akan diserahkan tanggung jawabnya kepada kota Bengkulu. Dengan begitu dipastikan akan segera kami bangun.
Selanjutnya, untuk Pembangunan di Tengah Padang, jalan Letkol Iskandar, pembangunan jalan tersebut itu sudah salah satu masuk anggaran yang akan di perbaiki. Dipastikan pada tahun 2017, jalan tersebut akan dihotmik.
Begitupun dengan infrastruktur lainnya seperti drainase yang berada depan Asrama PM Jalan sepanjang Kelurahan Semarang.

“Kalau memang ada masyarakat yang memang mendapati jalan yang tidak layak dan belum tersentuh pembangunan.Diharapkan segera melaporkan langsung kepada pihak PU Kota Bengkulu. Hal ini sesuai program Pemerintah Kota Bengkulu diantaranya mewujudkan 1000 jalan mulus di Kota Bengkulu,” ujar Andi.(One)

Foto Berita Reses Anggota Dewan Kota Bengkulu