Rektor UMB Raih Gelar Doktor

Ahmad-Dasan-SH-MA-vertical
Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Dr H Ahmad Dasan, SH MA

BENGKULU,BE – Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Dr H Ahmad Dasan, SH MA kini berhasil meraih gelar doktor. Tidak sedikit waktunya tersita untuk menyelesaikan pendidikan strata tiga (S3) ini, dijalaninya hingga 5 tahun lebih. Baginya ilmu yang ia miliki ini merupakan pondasi hidupnya untuk menggapai cita-cita menjadi orang besar.

”Bila seseorang ingin menggapai cita-cita, maka haruslah memiliki ilmu yang cukup,” ucap Ahmad Dasan saat diwawancarai BE kemarin.

Ahmad Dasan berkenan menceritakan sedikit sejarah hidupnya kepada BE. Dikatakannya, tidak banyak cita-citanya semasa sekolahnya dulu. Pertama ia ingin bisa kuliah dan kedua ia ingin bisa naik haji. Cita-citanya yang kedua telah tercapai dan cita-citanya yang pertama juga tercapai hingga menggapai gelar doktor.

Apapun telah ia lakukan untuk bisa kuliah. Selama pendidikan S1 dirinya menjadi penjaga mesjid, sekaligus melakukan jual beli tanah dan minyak tanah untuk memenuhi kebutuhannya sehari dan biaya kuliah.

Ia yang dibesarkan di panti asuhan di Yogyakarta pada tahun 1971 hingga 1981 sejak dulu memang ingin menjadi orang besar yang memiliki ilmu tinggi dan jabatan.
“Tidak semua orang jadi besar dan banyak jabatan berasal dari keluarga besar, tetapi banyak juga yang dari keluarga tidak mampu. Dengan itu semangat saya tumbuh,” katanya.

Ia berfikir kenapa orang yang dari keluarga biasa itu bisa, walaupun ia dibesarkan dari keluarga biasa.

“Moto yang selalu saya tanamkan yakni tidak ada yang mustahil didunia ini,” cetusnya.

Selagi itu ada keinginan untuk mencapai semuannya. Untuk mencapai itu, ilmulah yang menjadi pondaming pertama. Karena ilmu juga memiliki dasar hukum yang banyak baik dari alquran dan hadist.

“Bila seseorang ingin memiliki ilmu, prosedur pendidikan haruslah dilakukan dengan baik,” tambahnya.

Terkait jenjang pendidikannya yang tinggi, Ahmad Dasan mengatakan karena ini juga tuntutan akademik, mulai detik ini ia sudah menjalankan proses awal mencapai gelar guru besar. Selain sebagai tuntutan akademik, lanjutnya, seorang dosen harus lebih dari anak didiknya agar bisa menjadi tauladan.

“Karena itu, saya juga akan meneruskan untuk mencapai gelar guru besar,” tuturnya.

Dalam materi penelitiannya meraih gelar doktor, Rektor UMB ini membahas terkait hukum waris Islam yang belum dilakukan masyarakat, sedangkan mayoritas masyarakat Bengkulu bahkan Indonesia muslim. Hukum waris Islam adalah syariat Islam yang harus dilakukan dan jangan diabaikan.

“Masyarakat lebih suka membagi warisan dengan hukum adat atau dengan kesepakatan. Padahal itu banyak bertentengan dengan hukum waris Islam,” ujarnya.

Ternyata, terangnya, dalam penelitiannya masyarakat tidak sepenuhnya salah. Masyarakat itu tidak paham, karena tidak ada ustad yang menjelaskan. Akhirnya, dinilai hukum waris Islam rumit.
Ahmad Dasan menyatakan akan meneruskan penelitiannya dari gelar S3 itu untuk mendapatkan gelar profesor yang ingin dicapainya dikemudian hari. Ia ingin menciptakan jawaban dimana hukum waris Islam dan hukum waris adat saling menyempurnakan.

“Semoga apa yang saya ingin pecahkan untuk masyarakat ini dapat berjalan lancar,” harapnya.

Ia juga menginginkan, gelar doktor yang diraihnya ini dapat mendorong para dosen yang belum S2. Selain tuntutan akademik gelar ini dapat membuat seorang dosen jadi lebih baik.
Ahmad Dasan memaparkan, saat ini, UMB telah memiliki 30 orang dosen bergelar doktor dan baru berangkat 2 sekitar 20 orang.

“Target saya dari 250 orang dosen 50 persennya sudah bergelar S3,” pungkasnya.

Imbaunya, untuk menggapai gelar doktor haruslah bersungguh-sungguh dan ulet, karena yang dihadapi ialah sulit menyamakan jadwal waktu, tempat dan pemikiran pada para penguji yang bergelar guru besar. Banyak yang gagal karena itu.(Cik6/rls)