Redam Keresahan Masyarakat, Polda Bengkulu Bentuk Satgas Pencarian Orang

AKBP Sudarno SSos MH
AKBP Sudarno SSos MH

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Polda Bengkulu langsung membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus Pencarian Orang Hilang. Hal itu dilakukan Polda Bengkulu menanggapi maraknya laporan orang hilang di wilayah hukum Polda Bengkulu belakangan ini.

Selain membentuk Satgas, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH MHum melalui Kabid Humas, AKBP Sudarno SSos MH juga mengimbau kepada masyarakat Bengkulu untuk tidak resah dan takut, serahkan semuanya ke pihak kepolisian.

‘’Kita sudah bentuk Satgas khusus untuk menangani kasus orang hilang ini. Satgas ini bertugas untuk mencari dan menyelidiki setiap laporan orang hilang yang masuk di Polda Bengkulu maupun Polres dan Polsek di Provinsi Bengkulu,’’ terang Sudarno, kemarin (9/2).

Menurut Sudarno, Polda Bengkulu juga melibatkan Tim Cyber Troops dalam Satgas Penanganan dan Pencarian Orang Hilang ini yang bertugas memantau dan melacak setiap akun media sosial (medsos), baik akun korban maupun akun lainnya yang berhubungan dengan kasus hilangnya orang tersebut.

‘’Dalam menangani kasus orang hilang ini, kita tidak boleh gegabah, perlu penyelidikan mendalam untuk mengungkapnya. Oleh karena itu, 150 anggota Tim Cyber Troops juga dilibatkan untuk mendapat informasi yang akurat,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, sejak Februari 2018 ini, memang ada beberapa orang yang dinyatakan hilang oleh pihak keluarga. Satu satunya adalah Auzia Umi Detra (17) siswi SMA N 4 Kota Bengkulu ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Selain itu ada Hasyuni (26) yang berprofesi sebagai guru honorer di salah satu sekolah di Desa Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Hasyuni jug telah ditemukan, tapi kondisinya saat ini mengalami trauma berat dan belum bisa diajak berkomunikasi.

Namun untuk beberapa laporan yang hilang lainnya, berdasarkan laporan yang diterima Polda Bengkulu bukan karena dicuri, tapi pergi dengan pacarnya atau pergi dengan teman kenalannya yang ada di media sosial.

“Untuk di Bengkulu, sekali lagi saya tegaskan tidak ada namanya kasus penculikan, jadi kita imbau kepada para orang tua dan masyarakat untuk tidak berpikiran yang tidak-tidak. Jika memang merasa anaknya hilang segera laporkan hal tersebut ke Polda Bengkulu agar bisa ditindaklanjuti dan ditelusuri,” tegasnya.

Selian itu, Sudarno juga mengimbau kepada masyarakat Bengkulu untuk tidak panik menghadapi teror orang hilang ini. Perketat pengawasan terhadap anak ataupun anggota keluarga serta jalin komunikasi yang baik di dalam keluarga dan juga lakukan pengawasan terhadap pergaulan anak. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah perkuat pengetahuan keagamaan anak dan anggota keluarga.

“Ini semua kembali kepada orang tua masing-masing, agar lebih peka dan peduli terhadap perkembangan anaknya, jangan mudah terpancing dengan berita-berita atau kabar hoax atau yang tidak benar,” sampai Sudarno.

Sementara itu, menanggapi informasi adanya penyerangan dan keributan di SMA N 7 Kota Bengkulu yang dilakukan siswa SMA 4 Kota Bengkulu, ia menegaskan hal tersebut tidak benar dan hal itu sudah dicek langsung oleh anggotanya dan Polsek Gading Cempaka.

“Tidak ada namanya kerusuhan atau keributan, semuanya aman terkendali, bahkan Polres Bengkulu pun bersama OSIS SMA 4 dan SMA 7 sudah melakukan pertemuan mengenai hal itu dan sekarang kondisinya sudah aman dan terkendali,” tutupnya.

Sebelumnya, puluhan siswa SMAN 4 sempat mendatangi SMAN 7 Kota Bengkulu. Hal ini dikarenakan siswa SMAN 4 tidak terima rekannya, Auzia Umi Detra dibunuh secara sadis oleh siswa SMAN 7, DN, yang saat ini sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Bengkulu.

Sementara itu, dari 7 orang yang dinyatakan hilang, 3 diantaranya sudah kembali, 1 ditemukan meninggal dan 3 lainnya masih ditemukan.
Tiga orang yang belum ditemukan ini adalah
Sri Wardani (25) warga Desa Talang Benih Ujung, Kabupaten Rejang Lebong, Mentari Nurhidaya
(16) warga Desa Palak Bengkrung Kecamatan Air Nipis Bengkulu Selatan dan Lorita Nur Adiza
(14) warga Teluk Sepang Kota Bengkulu. (529)

SMAN 7 Kota Bengkulu Diliburkan