Realisasi PAD Hanya 6,65 Persen

ramai-politik-uang-muncul-istilah-npwp-di-pemilu-2014

LEBONG, BE – Pada akhir triwulan pertama ditahun 2015 ini, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berhasil dikumpulkan baru mencapai 6,65 persen saja, dengan nilai perolehan Rp 1,89 persen. Realisasi itu sangat minim dibandingkan target PAD yang telah dipatok mencapai 28,4 persen. Perolehan PAD ini diketahui berdasarkan data dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Lebong.
”Saat ini dari 12 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pemungut pajak sesuai dengan SK Bupati nomor 170 tahun 2015. Dalam
triwulan hingga bulan Maret 2015 ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya mencapai 6,65 persen dari target Rp 28,4 miliar atau baru trealisasi Rp 1,89 miliar,” jelas Kepala DPPKAD Lebong Mahmud Siam SP MM melalui Kabid Pendapatan dan Bagi Hasil Syarifuddin S Sos pada BE kemarin.
Realisasi PAD dalam triwulan pertama ini masih tergolong rendah. Hal ini karena ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti aplikasi Simda pendapatan yang baru siap digunakan awal Maret 2015 lalu, lantaran mengalami upgrade versi terbaru. Juga ada kendala lain yang disampaikan SKPD saat evaluasi  mengenai minimnya anggaran SKPD yang jauh berkurang dibandingkan dengan anggaran tahun 2014
lalu. Minimnya anggaran itu menyebabkan terhambatnya proses penagihan dan pendataan serta operasional pemungutan PAD.
“Harusnya target capaian PAD pada triwulan pertama yaitu kisaran 20 sampai 25 persen dari target dalam satu tahun, ” terang Syarif.
Seperti dicontohkan pada proses Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Lebong menyebabkan penerimaan di RSUD Lebong tidak masuk dalam PAD. Namun hal tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut. Selanjutnya seperti Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP ) Lebong yang saat ini belum dapat mewujudkan pungutan retribusi sampah rumah tangga.
“Kita harapkan, pihak SKPD dapat lebih optimal dalam unsaha untuk mencapai PAD untuk Kabupaten Lebong, sehingga nantinya PAD dapat dioptimalkan untuk pembangunan daerah,” tutup Syarif.(Cw2)