Realisasi Jalan Batu Bara, Ditunggu

BENTENG, BE – Warga Kecamatan Taba Penanjung, Karang Tinggi dan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berharap Bupati H Dr Ferry Ramli SH MH merealisasikan pembangunan jalan khusus pengangkutan batu bara. Apalagi Asosiasi Pengusaha Batu Bara (APBB) Provinsi Bengkulu sudah menyatakan menyediakan dana Rp 70 miliar untuk jalan tersebut.
Diungkapkan Dedi D (46), warga Bajak Kecamatan Taba Penanjung. Ia mengharapkan mulai tahun ini sudah ada kejelasan pembangunan jalan khusus menuju pelabuhan Pulau Baii tersebut. Sehingga sekitar 300-an truk batu bara tak merusak jalan umum milik publik.
“Ini harapan baru bagi warga jika pengusaha batubara bersediah membangun jalan sendiri. Sebab selama ini, jalan rusak parah disebabkan oleh aktifitas truk batubara. Kita harapkan pemerintah daerah juga menyambut baik dengan mendorong realisasi pembangunan jalan tersebut,” ungkap Dedi.
Menurut Dedi, aktifitaa berat muatan truk batubara yang selalu melebihi kapasitas membuat jalan umum menjadi capat rusak. Karena berat angkutan batubara melebihi daya tahan jalan negara mulai Dari Desa Bajak hingga Air Sebakul Talang Empat akibatnya jalan menjadi berlobang dan mengeluarkan banyak debu kala musim panas serta menjadi titik kecelakaan pengendara sepeda motor kala musim hujan karena lubang menganga yang ditimbulkan tergenang air.
“Memang kalau musim panas para pengusaha angkutan itu melakukan penyiraman jalan, tetapi penyiraman juga tidak terlaksana dengan baik. Sehingga jalan yang rusak parah tetap berdebu dan menyababkan warga mengalami kesulitan beraktifitas, terkadang debunya juga mengotori lantai rumah warga,” ucapnya.
Dukungan merealisasikan janji Bebby Husi membangun jalan khusus batu bara juga diungkapkan warga Desa Pulau Panggung Kecamatan Talang Empat yang mengharapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Tengah untuk jemput bola dengan mengundang ketua APBB agar merealisasikan ucapannya membangun jalan khusus pengangkutan batubara. “Kalau memang sudah ada kita di Desa Pulau Panggung akan sangat senang karena jalan kita dapat terawat nantinya, sekarang ini perbaikan terus dilaksanakan tetapi tidak bertahan lama kondisi jalan sudah rusak parah sebab angkutan batubara yang hampir setiap jam melintasi jalan masyarakat ini,” ucapnya.
Kedua warga tersebut mengharapkan Pemda dan DPRD Benteng menagih janji pengusahaan tambang batu bara membangun jalan khusus, dari kawasan Pertambangan Danau Mas Hitam (DMH) dan PT Inti Bara Perdana di kawasan Hutan Desa Kota Niur Kecamatan Taba Penanjung hingga menembus kewilayah Desa Laga Bungin tanpa melintasi jalan lintas Kepahiang Bengkulu di Kecamatan Taba Penanjung hingga Kembang Seri Kecamatan Talang Empat.
Sebelumnya Ketua APBB Provinsi Bengkulu yang juga pemilik utama PT IBP (Inti Bara Perdana) sudah menyatakan niatnya untuk membangun jalan khusus batubara sejak dua tahun lalu. Bahkan pengusaha asal Cina tersebut mengungkapkan sudah menyiapkan anggaran mencapai Rp 70 miliar untuk investasi pembangunan jalan khusus batubara. (320/007)