Ratusan Warga Hadang Jalan Tambang Injatama

Tampak masyarakat dari Desa Penyangga membakar ban mobil ditengah jalan untuk melakukan pemortalan jalan masuk PT Injatama Ketahun sebagai bentuk aksi kekecewaan, kemarin (3/8).
Tampak masyarakat dari Desa Penyangga membakar ban mobil ditengah jalan untuk melakukan pemortalan jalan masuk PT Injatama Ketahun sebagai bentuk aksi kekecewaan, kemarin (3/8).

KETAHUN, Bengkulu Ekspress- Ratusan warga terdiri dari RT 7 Rw 1 Desa Giri Kencana Kecamatan Ketahun melakukan pemblokiran jalan tambang batubara milik PT Injatama Kecamatan Ketahun. Akibatnya kendaraan dump truck tidak dapat keluar masuk mengangkut batubara tersebut.
Pemblokiran ini terjadi, lantaran pihak perusahaan dianggap tidak menyalurkan dana kepedulian terhadap warga sekitar selaku desa penyangga yang terkena dampak langsung dari aktivitas perusahaan itu.

‘’Kalau tidak juga dibayarkan hari ini (kemarin, red) atau diberikan kepastian waktu pembayarannya, kita dari warga akan terus melakukan pemblokiran jalan tambang ini,’’ ujar Koordinator Lapangan aksi pemblokiran jalan dari Forum Warga Bersatu Dastianto, kemarin (3/8)
Ia menambahkan jumlah pembayaran ini yakni sebesar Rp 2 ribu/rit atau per satu kali angkut batubara oleh dump truck. Namun dana kepedulian ini tidak dibayarkan sejak Agustus 2016 hingga saat ini. sehingga warga sepekat melakukan pemblokiran jalan tambang PT Injatama ini.

‘’Dana Kepedulian Warga ini sudah kesepakatan yang ditandatangani langsung antara pihak perusahaan dan perwakilan warga sejak tahun 2012. Tapi sudah setahun, ini tidak dibayarkan perusahaan,’’ ungkapnya.
Ia menyampaikan upaya menyelesaian dengan cara baik-baik telah ditempuh warga. Bahkan perwakilan warga sudah datang langsung ke perusahaan untuk mempertanyakan secara lisan. Kemudian sudah dikirimkan surat secara tertulis dari Forum Warga Bersatu. Namun tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan.

‘’Pemblokiran ini kita lakukan setelah upaya lisan dan tertulis tidak mendapatkan jawaban dari pihak perusahaan. Jadi kami dari warga Rt 7 Rw 1 Desa Giri Kencana melalui Forum Warga Bersatu sepakat melakukan pemblokiran jalan tambang hingga tuntutan dipenuhi,’’ terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih melakukan pemblokiran jalan. Sehingga dump truck yang mengangkut batubara tidak bisa melintas. Akibatnya, tidak ada aktivitas keluar masuk truck batubara sejak pagi hingga sore. ‘’Kita akan bertahan memblokir jalan ini kalau tidak juga ada tanggapan. Bair sama-sama rugi,’’ pungkasnya.(816)