Ratusan Pamtas Kembali ke Bengkulu

tni-2
SAMBUT: Kedatangan 350 personel TNI AD Satuan Tugas (Satgas) Yonif 144 Jaya Yudha di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, sore kemarin (16/11). (Foto IST/BE).

Sita Sabu, Gula dan Senjata Ilegal

BENGKULU, BE – Sebanyak 350 personel TNI AD Satuan Tugas (Satgas) dari kesatuan Yonif 144 Jaya Yudha, kemarin (16/11), tiba di Bengkulu. Rarusan TNI yang dipimpin Komanan Yonif 144/Jaya Yhuda Letkol Inf Gambuh Srikaryanto ini telah bertugas selama 10 bulan sejak tanggal 22 Januari hingga 31 Oktober 2016 lalu mengamankan wilayah perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia (RI) – Malaysia di Kalimantan Barat.

Personel TNI yang telah menempuh perjalanan selama 5 hari dengan menggunakan kapal perang KRI Teluk Amboina dari Kalimantan ke Bengkulu ini disambut oleh
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Yovianes Mahar, Komandan Korem (Danrem) 041/Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Andi Muhammad diwakili Kasi Intel Letkol Inf Imam Priharso,Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Dr H Iskandar ZO SH MSi mewakili Gubernur Bengkulu

Danlanal Bengkulu diwakili Pasi Intel Lanal Bengkulu, Para Dandim jajaran Korem 041/Gamas, para Kasirem 041/Gamas, para Kadisjan/Kabalakrem 041/Gamas, para bupati, para Kapolres, ketua dan pengurus Persit KCK Koorcabrem 041/Gamas beserta Ketua dan Pengurus Jalasenastri Bengkulu beserta undangan lainnya.

Kedatangan pahlawan perbatasan ini pun langsung disambut dengan upacara, dan Kapolda Bengkulu bertindak sebagai inspektur (irup).

Dalam amanat Pangdam II/Sriwijaya yang dibacakan Kapolda Bengkulu mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh anggota Satgas Pengaman Perbatasan (Pamtas) Indonesia -Malaysia Yonif 144/ Jaya Yudha atas pelaksanaan tugas, dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

“Tugas yang telah kalian emban yang harus meninggalkan keluarga demi NKRI, tentulah sangat membanggakan kita semua, bukan hanya satuan Kodam Sriwijaya, tetapi juga TNI AD serta bangsa dan negara. Selama hampir 10 bulan tugas yang diembankan merupakan tugas yang berat namun sangat mulia,” ungkap Yovianes.

Ditambahkannya, tugas pengamanan wilayah perbatasan merupakan salah satu tugas TNI AD dalam operasi militer selain perang. Dimana wilayah perbatasan merupakan daerah terdepan NKRI yang memiliki nilai strategis bagi kedaulatan dan pertahanan negara.

“Apalagi di wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia masih ditemukan adanya permasalahan-permasalahan yang menonjol seperti penggeseran patok batas, perambahan hutan, tambang ilegal, human trafficing dan tindakan kriminal seperti penyelundupan, narkoba serta sembako ilegal dengan memanfaatkan berbagai kelas yang ada di wilayah perbatasan,” paparnya.

Diungkapkannya pula, tugas pengamanan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tepatnya di Kalimantan barat telah dilaksanakan dengan baik dan berhasil. Dan keberhasilan tersebut merupakan hasil upaya kerja keras dan kesungguhan seluruh Satgas untuk melakukan yang terbaik serta tidak lepas dari rido Tuhan.

“Keberhasilan yang diraih juga merupakan buah dari kedisiplinan dan profesinalisme yang ditunjukkan serta upaya-upaya yang dilakukan sebelumnya baik dalam pembinaan satuan maupun dalam pelaksanaan latihan bertugas,” tandas Yovianes.

Sita Sabu dan Gula

Selama menjalankan tugas di perbatasan, para personel TNI ini berhasil menyita sabu-sabu seberat 2. 4720 gram dan gula illegal. Selain itu, personel juga berhasil penangkapan pembuat senjata rakitan berupa laras panjang sebanyak 44 unit dan satu pucuk pistol.

“Alhamdulilah perjalanan menuju Bengkulu berjalan dengan lacar dan selamat,” ujar Komandan Korem (Danrem) 041/Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Andi Muhammad melalui Kasi Intel Korem 041 Gamas Tetkol Inf Imam Priharso.

Meski telah selamat sampai di Bengkulu, Imam yang dampingi oleh Komandan Satgas Yonif 144 Jaya Yudha Tekol Inf Gambuh Srikaryanto ini mengatakan, dari 350 personel yang ada, dua orang prajurit masih dalam kondisi sakit. Namun keduanya sudah menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

“Ada yang sakit, tapi hanya sakit biasa. Mungkin karena kondisi lelah apalagi perjalanan dengan menggunakan kapal KRI Teluk Amboina selama 5 hari lebih. Tapi pada prinsipnya dari jumlah pasukan sebanyak 350 personel telah berhasil menjalankan operasi pengamanan wilayah perbatasan RI – Malaysia,” tambahnya.

Pasukan satgas ini, lanjutnya, telah menjalankan tugas pokok mengamanan perbatasan wilayah daratan Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia. Pengamanan itu dilakukan melalui patroli bersama wilayah darat dengan tentara Diraja Malaysia.

“Pengecekan patok batas sepanjang wilayah perbatasan NKRI-Malaysia juga dilakukan dalam tugas tersebut,” beber Imam. (151)