Ratusan Hektare Sawah Rusak, Puluhan Ternak Hilang

Sawah di Kecamatan Luas Kabupaten Kaur yang terendam banjir karena diguyur hujan, Jum’at (10/11).
Sawah di Kecamatan Luas Kabupaten Kaur yang terendam banjir karena diguyur hujan, Jum’at (10/11).

KAUR DILANDA BENCANA

LUAS, Bengkulu Ekspress  – Hujan yang melanda wilayah Kabupaten Kaur dan sekitarnya pada Kamis (9/11) sore hingga malam, berbuah bencana bagi warga desa yang berada di Kecamatan Luas dan Muara Sahung Kabupaten Kaur. Sebab, banjir dari luapan sungai Luas itu mengakibatkan ratusan hektar sawah di 12 Desa di dua Kecamatan ini rusak akibat terendam air. Selain itu juga banjir bandang itu menyebabkan banyaknya unggas dan ternak peliharaan warga hilang terbawa arus air. Akibatnya para petani dan warga pun merugi hingga ratusan juta rupiah, karena sawah tersebut baru saja ditanami bibit padi.

“Sawah kami terendam banjir ini karena sungai Luas meluap akibat hujan deras semalam, makanya padi kami ini sudah terendam air. Kami merugi juta karena bajir ini,” ujar Salim (53), pemilik sawah di desa Bangun Jiwa Kecamatan Luas kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (10/11).

Dari hasil pantauan Bengkulu Ekspress, kemarin (10/11) 400 hektar sawah sawah yang terendam bajir yang berada di 11 Desa Kecamatan Luas yakni Desa Pulau Panggung, Kepayang, Bangun Jiwa, Cahaya Negeri, Tanjung Beringin , Ganda Suli, Padang Jati, Umbul, Durian, Tuguk dan Benua Ratu. Sedangkan di Kecamatan Muara Sahung itu yakni desa Muara Sahung Kecamatan Muara Sahung, itu karena sungai Luas meluap akibat hujan deras kemarin malam, dikarenakan sungai Nasal yang berada di tepi sawah Kecamatan Luas dan Muara Sahung itu meluap akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kaur sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB. Namun untuk puncaknya sawah mulai tergenang air sekitar pukul 21.00 WIB malam. Dalam satu jam lebih sungia langsung itu meluap dan menutupi padi yang baru ditanami seluas ratusan hektar tersebut. Akibatnya sawah yang baru ditanami masyarakat padi berumur sekitar satu bulan itu rusak terseret banjit dan membuat petani sawah merugi. Juga puluhan ternak kerbau yang berada di sekitar sawah itu juga hilang karena terseret banjir bandang itu.

“Ya, masyarakat khususnya petani di Desa Tuguk Luas ini jelas merugi, karena sawah yang baru mereka tanami itu tidak bisa dilajutkan lagi. Ini karena terendam air karena hujan tadi malam (kemarin),” kata Basar, Kades Tuguk, kemarin (10/11).

Ditambahkan Kades, pihaknya berharap adanya partisipasi untuk menyikapi khususnya petani sawah yang terendam banjir. Mengingat padi baru berumur satu bulan itu sudah tidak bisa dikelola. Sedangkan untuk menunggu normal tentunya harus dimulai dari awal, mulai dari pembibitan dan pemupukan.

“Kepemilikan sawah yang terendam bajir itu sudah kita data, yang kita data ini untuk sawah yang memang rusak parah, nanti hasilnya akan kita laporkan ke dinas terkait. Juga dengan adanya musima ini kita berharap adanya bantuan pemerintah untuk membantu petani ini,” harapnya.

Sementara Camat Luas Indra, Jaya SPd yang medengar musibah banjir yang merendam ratusan hektar sawah di desa Kecamatan Luas itu langsung turun ke lokasi banjir. Camat meminta, kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait agar mengatasi masalah banjir yang selalu melanda petani ini. Karena posisi sawah dengan bibir sungai tinggal kurang lebih empat meteran. Karenanya mereka berharap pemerintah segera melakukan penanggulangan sementara dengan memasang bronjong agar aliran air tidak langsung menghantam sawah mereka.

“Penanggulangan sementara mungkin bisa dengan bronjong, karena kalau tidak segera diatasi ini bisa kembali banjir dan merugikan petani. Juga kami minta kepada dinas terkait agar irigasi di sekitar sawah pinggir Sungai Luas itu dinormalisasi kembali agar tidak banjir,” harap Camat.

Dilain sisi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Nasrul Rahman S Hut mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi adanya sawah terendam. Namun pihaknya akan turun kelapangan untuk memastikan berapa luas sawah yang terendam banjir itu.

“Masalah ini nanti akan kita sikapi dan untuk bantuan semuanya masih dalam evaluasi, dan masyarakat untuk tetap bersabar,” jelasnya

 

PERBAIKI: Petugas PLN Bintuhan saat memperbaiki tiang listrik yang tumbang di desa Tuguk Kecamatan Luas, akibat tanah longsor, Jumat (10/11).
PERBAIKI: Petugas PLN Bintuhan saat memperbaiki tiang listrik yang tumbang di desa Tuguk Kecamatan Luas, akibat tanah longsor, Jumat (10/11)

Tiang Listrik Tumbang

Sementara itu, dampak hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Kaur, Kamis (9/11) malam, bukan hanya mengakibatkan banjir dan merusak tanaman padi milik warga. Namun juga menyebabkan tanah longsor di Desa Tuguk Kecamatan Luas. Akibatnya, satu tiang listrik tumbang akibat tergerus air hujan.

“Tiang listrik ini roboh tadi malam, ini karena tanah disekitar tiang listrik itu longsor,” kata Agus Sugiarti, pegawai PLN Bintuhan saat memperbaiki tiang listrik yang roboh, kemarin (10/11).

Dikatakannya, tumbangnya tiang listrik itu terjadi Kamis (9/11) malam saat hujan deras mengguyur hingga malam hari sekitar pukul 23.00 WIB, listrik tiba-tiba padam meliputi wilayah Kecamatan Muara Sahung, dan Luas. Mendapati hal ini, pihak PLN langsung melakukan pemeriksaan dan menelusuri informasi dimana terjadi kerusakan. Selang beberapa saat kemudian, titik kerusakan ditemukan di lokasi yang dimaksud. Dimana hasil pemeriksaan dilapangan tepatnya di tebing jalan lintas desa Tuguk satu buah tiang listrik tumbang kebawa jalan. Hal ini dikarenakan tanah yang ditempat tiang tanam longsor dan tidak kuat menahan beban, sehingga menyebabkan tiang listrik dubel itu roboh ke pinggir. Akibat kejadian tersebut, PLN harus memadamkan aliran listrik untuk mengevakuasi tiang tersebut.

“Ini karena faktor cuaca, dan untuk tiang yang roboh itu sudah kita perbaiki dan juga listrik wilayah Muara Sahung dan Luas sudah normal lagi,” ujarnya.

Sementara Kepala PLN Bintuhan Edwardus saat dikonfirmasi, membenarkan beberapa hari terakhir ini kerab ada gangguan jaringan PLN di Kabupaten Kaur. Hal ini adanya perbaikan jaringan. Juga karena banyak tanam tumbuh milik warga yang tak mau ditebang. Sehingga mengganggu jaringan listrik yang mengakibatkan konslet.

“Kalau listrik mati hari ini karena tiang listrik roboh, dan juga pemeliharaan jaringan. Seperti besok (hari ini) kita melakukan pemadaman total karena ada perbaikan jaringan,” jelasnya.(618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*