Rastra Tak Tepat Sasaran

SAMPAIKAN : Warga desa Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong ketika menyampaikan keluhan mereka kepada anggota dewan, kemarin (13/3).
SAMPAIKAN : Warga desa Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong ketika menyampaikan keluhan mereka kepada anggota dewan, kemarin (13/3).

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Warga desa Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong, mengeluhkan penyaluran bantaun Beras Sejahtera (Rastra) dinilai belum tepat sasaran. Karena masih banyak warga yang tidak mampu belum mendapatkannya.

Keluhan sendiri disampaikan perwakilan warga Desa ujung Tanjung II, ketika mengikuti kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat atau Reses yang dilakukan oleh anggota DPRD Lebong Dapil II di gedung Muhamadiyah Kelurahan Embong Panjang Kecamatan Lebong Tengah, kemarin (13/3)
Oder, warga Desa ujung Tanjung II mengatakan, bahwa sebelumnya Pemerintah Desa (Pemdes) telah melakukan pendataan nama-nama warga yang akan mendapatkan bantuan Rastra dan bantuan yang lainnya. Akan tetapi setelah bantuan disalurkan ternyata banyak masyarakat yang dahulunya telah didata, ternyata tidak mendapatkannya.

“Yang seharusnya dapat ternyata tidak dapat, namun yang rumahnya bagus dan dianggap mampu malah dapat bantuan, kenapa bisa seperti itu,” tanyanya, kemarin (13/3).

Untuk itulah, dirinya bersama warga lain bertanya-tanya kenapa bisa seperti itu. Sehingga para warga menyalahkan Pemerintah Desa setempat dan seperti ada permainan apakah itu memalsukan data atau yang lainnya, karena elihat bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran.

“Kami tau yang mendapatkan bantuan warga yang tidak mampu, bukan warga yang mampu,” ujarnya. Mendapatkan keluhan tersebut, A Bursani SSos yang merupakan anggota DPRD Lebong mengatakan, bahwa hal tersebut seharusnya tidak terjadi. Jika demikian, bisa dipastikan kejadian tersebut adalah ulah dari perangkat desa yang lama yang memalsukan data.

“Karena ulah perangkat desa yang lama, perangkat desa yang baru menjadi tumbal kemarahan masyarakat,” tuturnya.
Ditegaskan Bursani, jika data sudah masuk ke pemerintah pusat maka akan sangat susah untuk merubahnya kembali, karena membutuhkan waktu yang panjang. Untuk itulah jangans ekali-kali memalsukan atau mempermainkan data karena sangatlah merugikan.

“Tidaklah benar memainkan data, pastinya ini ulah dari Kades maupun Camat yang sebelumnya, untuk itu kami minta kepada camat yang sekarang untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, Camat Lebong Sakti, Tarmizi SSos mengatakan, pihaknya selama ini tidak tinggal diam dengan persoalan yang ada. Karena pihaknya telah menyerahkan data terbaru warga yang seharusnya menerima Rastra kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial.

“Tidak tahu kenapa yang kita usulkan tidak dapat, ya mungkin tadi karena sudah masuk data di pemerintah pusat,” singkatnya.(614)