Rampok Bersenpi Masih Diburu

kondisi bank bengkulu

KEPAHIANG, BE – Polres Kepahiang masih melakukan perburuan terhadap para pelaku bersenjata api (senpi) perampok bendahara rutin BP4K Kepahiang, Sastri (28) dan staff Parizal (35). Kepolisian juga menyayangkan tidak aktifnya  Closed Circuit Television (CCTV) pada Bank Bengkulu Cabang Kepahiang pada saat korban mencairkan uang sebesar Rp 140 juta.
“Para pelaku yang kita duga sebanyak 4 orang masih kita buru. Hanya saja kami sayangkan kok bank sekelas cabang pada CCTV depan kantornya tidak aktif, malah CCTV yang aktif di salah satu Warnet didepan bank Bengkulu tersebut,” ujar Kapolres Kepahiang AKBP Iskandar ZA diruang kerjanya kemarin.
Dikatakannya, selain tidak atifnya CCTV, pihaknya juga menyayangkan kurangnya pengamanan dan perhatian dari pihak bank kepada para nasabahnya.
“Sebenarnya kan orang yang melakukan pencairan di bank Bengkulu, itu-itu saja orangnya. Apa salahnya pihak teller juga mengingatkan kepada nasabah yang melakukan pencairan dalam jumlah besar menawarkan pengamanan atau paling tidak memperingatkan keamananya,” terang Kapolres.
Disampaikannya, sikap korban yang sewaktu mencairkan uang dibank tanpa adanya inisiatif pengamanan juga dipertanyakan pihaknya. Bahkan korban juga yang biasanya mengendarai mobil pada saat pencairan malah memiliki menaiki sepeda motor bersama rekannya.
“Seharusnya uang negara itu harus dijaga dan ini malah disepelekan, membawa uang ratusan juga seperti membawa sayur saja. Aturanya korban kan bisa meminta pengawalan patroli karena anggota kita selalu mobile dari arah bank ke pusat perkantoran Pemkab ini. Kalau minta pengamanan gratis kok, tidak harus membayar,” terang Kapolres.
Menurut Kapolres, pihaknya menargetkan perkara ini bisa terungkap, dalam artian keempat pelaku perampokan bersenpi ini bisa tertangkap. “Yang jelas kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkapkannya. Terlebih uang itu merupakan uang negara, yang kata korban untuk kegiatan penyuluhan di 8 Kecamatan di Kepahiang,” tegasnya.
Sayangnya pihak bank Bengkulu belum bisa dimintai konfirmasinya soal pelayanan keamanan dan tidak aktifnya CCTV pada bank tersebut.

Bukan Kali Pertama Terjadi
Terpisah anggota DPRD Kepahiang, Edwar Samsi SIP MM menyayangkan peristiwa perampokan yang dialami oleh bendahara BP4K usai mencairkan uang kegiatan di Bank Bengkulu Cabang Kepahiang. Menurutnya, peristiwa seperti saat ini bukanlah yang pertama kali terjadi, bahkan sudah beberapa kali terjadi.
“Sebelumnya ada kepala sekolah yang baru sudah mencairkan uang negara yang nominalnya cukup besar juga menjadi korban. Cuma modusnya saja yang berbeda dengan yang dialami pegawai BP4K, dimana pada waktu itu modusnya pecah kaca mobil,” kata Edwar.(505)