Rakornas KPI dan Hasiarnas ke-48 Ajang Pemulihan Citra Bengkulu

Bengkulu
REWA/Bengkulu Ekspress. Gubernur Bengkulu Dr Drs H Ridwan Mukti MH, unsur FKPD dan Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis PhD beserta jajaran saat membuka Rakornas dan Hasiarnas ke-48 di Grage Horizon Hotel, kemarin (31/3/2017)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan peringatan Hari Siar Nasional (Hasiarnas) ke-48 di Provinsi Bengkulu resmi dimulai kemarin (31/3/2017).

Gubernur Provinsi Bengkulu, Dr Drs H Ridwan Mukti MH mengharapkan Rakornas) KPI dan peringatan Hari Siar Nasional (Hasirnas) ke-48 ini dapat menjadikan awal yang baik bagi Provinsi Bengkulu untuk bisa dikenal di kancah nasional dengan citra yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuta Rakornas dan Hasiarnas ke-48 di Grage Horizon Hotel, kemarin.

“Saya berharap melalui Rakornas ini Bengkulu bisa lebih dikenal di kancah nasional, terutama di sektor pariwisata yang akan nantinya akan menjadi surga wisatawan,” ujar Ridwan Mukti.

Diakuinya, selama ini Provinsi Bengkulu terkenal dalam pemberitaan yang kurang baik yakni sebagai kota tertinggal yang miskin akan kretivitas masyarakatnya, dan merupakan provinsi yang tidak memiliki prospek untuk menjadi provinsi yang maju.

“Selama ini Bengkulu hanya terkenal akan kabar-kabar yang kurang baik, maka di kesempatan inilah Bengkulu bisa dikenal lebih baik,” tuturnya.

Dijelaskan RM, banyak kalangan awam yang menilai bahwa hanya bagian timur Indonesia saja yang tertinggal, padahal di bagian barat masih ada provinsi yang tertinggal yaitu Provinsi Bengkulu.

Karena itu, lanjutnya, dibutuhkan kerja keras untuk membangun Bengkulu.

“Kami bertekad membangun sumber daya manusia di Bengkulu menjadi lebih baik. Kami berharap Bengkulu bisa dilihat dari sisi baiknya karena banyak hal positif yang bisa ditampilkan,” jelasnya.

Menurutnya, KPI dapat membantu membangun image Provinsi Bengkulu, khususnya dimata nasional agar lebih memahami dan mengetahui bagaimana keadaan di Provinsi Bengkulu yang sesungguhnya, yakni banyak hal menarik yang bisa ditawarkan.

“Melalui KPI kami berharap bisa kembali membangun citra baik Bengkulu,” pinta mantan Bupati Musirawas ini.

Selain itu, lanjutnya, Bengkulu juga memiliki 4 keunggulan, baik wisata alam dan sejarah, potensi agromaritim, serta potensi pertambangan dan energi. Namun semua itu belum dapat dikelola secara maksimal dan masih termasuk sebagai provinsi tertinggal di wilayah barat Sumatera.

“Sebenarnya potensi Bengkulu sungguh menakjubkan, namun upaya pengelolaannya selama ini belum maksimal. Oleh karena itu, kami tengah mengupayakan hal tersebut secara maksimal,” jelasnya.

Gubernur menyatakan, Provinsi Bengkulu siap untuk menerima kunjungan wisatawan, baik tamu negara maupun tamu provinsi.

“Sekarang, Bengkulu sudah berbeda. Sekarang kami ingin berubah menjadi provinsi yang lebih maju.

Jadi, jangan takut untuk datang ke Bengkulu karena Bengkulu adalah kota yang Ramah dalam menyambut tamunya,” terangnya.

Diakuinya, problematika Bengkulu sebenarnya tercermin dari potret angka kemiskinan di Bengkulu yakni sebesar 18 persen. Kemiskinan ini adalah kemiskinan terstruktur karena tidak memiliki sarana dan prasarana. Hal inilah yang menyebabkan angka kemiskinan ini cukup tinggi.

“Ada 653 desa masih berkubang dengan lumpur karena akses jalan yang kurang memadai, guru tidak mau mengajar karena terlalu terpencil, tenaga kesehatan juga tidak ada yang mau menetap,” tegasnya.

Untuk itu, Bengkulu membutuhkan bantuan pemerintah pusat serta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) untuk mengerjakan kerja nyata di Bengkulu sehingga mampu meningkatkan kemajuan masyarakat Bengkulu.

“Tentu kami membutuhkan bantuan pemerintah pusat untuk membantu mewujudkan kemajuan Bengkulu,” tuturnya.

Sedikit demi sedikit, imbuh RM, masyarakat di luar Provinsi Bengkulu akan tahu betapa memprihatinnya Provinsi Bengkulu sehingga pihaknya bertekad meninggalkan kebiasaan buruk dan bekerja professional dan kerja berbasis IT.

“Kami bertekad meninggalkan kebiasaan lama yang menyebabkan Bengkulu tertinggal, sekarang Bengkulu akan mampu bersaing dengan provinsi lainnya,” ujar mantan Anggota DPR RI ini.

Lebih jauh Gubernur juga mengatakan bahwa dengan semua keterbatasan, Bengkulu memberanikan diri menjadi tuan rumah Rakornas KPI 2017 ini dengan harapan mampu membangun kembali image Bengkulu di mata nasional serta turut serta dan berkontribusi aktif terhadap KPI.

“Dengan segala keterbatasan kami sudah berusaha menjadi tuan rumah yang baik dengan harapan mampu berkontribusi positif untuk KPI dan berpengaruh positif bagi kemajuan Bengkulu,” pungkasnya.(999)