Raden Andik Jaya Prawira (73) Keliling Indonesia dengan Sepeda

Ajak Selamatkan Lingkungan dan Lestarikan Hutan

Bersepeda
JELAJAH: Kang Andik saat bersama Wakil Bupati Rejang Lebong sebelum kembali melanjutkan perjalananya keliling Indonesia menggunakan sepeda. (Foto ARY/BE)

Setelah 2 tahun mengelilingi Indonesia menggunakan sepeda, Raden Andik Jawa Prawira (73) tiba di Kabupaten Rejang Lebong pada Kamis (6/4) kemarin. Apa motivasi andik menghabiskan masa tuanya bersepeda keliling Indonesia, berikut laporannya.

Ari Apriko, Curup

Didampingi sejumlah alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) Bengkulu, Raden Andik Jawa Prawira (73) yang mengayuh sepedanya keliling Indonesia tiba di Kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk bertemu dengan Wakil Bupati Rejang Lebong H Iqbal Bastari SPd MM.

Disela-sela menunggu untuk bertemua orang nomor dua di Kabupaten Rejang Lebong tersebut, pria yang akrab di Sapa Kang Andik tersebut mengungkapkan bahwa misinya keliling Indonesia menggunakan sepeda agar mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyelamatkan lingkungan serta menjaga kelestaarian hutan, karena menurutnya hutan Indonesia merupakan salah satu paru-paru dua.

“Penyelamatan hutan sangat penting untuk anak cucu saya oleh karena itu saya berkeling Indonesia dengan sepeda untuk mengajak melestarikan hutan dan lingkungan,” ungkap Kang Andik yang merupakan Alumnus SKMA Bogor tahun 1964 ini.

Diungkapkan Kang Andik yang merupakan pensiunan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah tersebut, meskipun ia saat ini merupakan warga Kalimantan, namun ia memulai perjalanannya pada 16 Septermber lalu dari Provinsi Banten yang merupakan tanah kelahirannya.

Selama 2 tahun berkeling Indonesia tersebut 30 Provinsi mulai dari Pulau Jawa, Bali Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Sulawesi Kalimantan hingga Sumatera telah ia lalui, Provinsi Bengkulu sendiri merupakan provinsi ke-30 yang ia lalui dan Kabupaten Rejang Lebong merupakan kabupaten terakhir yang ia lalui sebelum akhirnya ke Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung dan kembali ke Banten. Ia menargetkan Bulan Juli nanti sudah selesai mengelilingi Indonesia.

Dalam berkeliling Indonesia Kang Andi mengaku disetiap daerah selalu bertemu dengan Alumni SKMA, karena memang disetiap daerah pasti ada kepengurusan SKMA yang juga membantunya dalam perjalanan.

“Saya lansia pertama di Indonesia yang melakukan ini dan mendapatkan 2 kali rekor Muri, sudah sepanjang 38 ribu kilometer jarak yang terhitung saya lalui dan 9 ribu jarak laut dan udara,”terangnya.

Setelah selesai mengelilingi Indonesia, ia berencana akan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi negara Mulai dari Dirjen, Menteri hingga Presiden RI. Saat bertemu dengan para pejabat tersebut ia akan menyampaikan semua temuannya di lapangan.

Setelah itu, ia akan melanjutkan pengendaraanya dengan sepeda menuju Benua Australia. Di negeri Kangguru tersebut ia akan memyampaikan misi penyelamatan limgkungan juga serta membawa misi persahabatan.

“saya akan meminta pemerintah Australia untuk memberikan kontribuai kepada Indonesia, karena oksigen di Australia merupakan dari hutan Indonesia,” terang kake 12 cucu tersebut.

Selama di Bengkulu, ia mengaku sejumlah pengalaman baru ia jumpai mulai dari budaya, keramahan masyarakat, keadaan lingkungan, dan sebagainya, menurutnya kondisi alam di provinsi Bengkulu sama dengan kondisi didaerah kelahirannya.

Bahkan menurutnya ia sangat bersyukur saat berada di Bengkulu bisa bertemu dengan Bunga Raflesia yang merupakan bunga langka dan menjadi ikon Provinsi Bengkulu.

“Banyak pemgalaman yang dapatkam selama di perjalanan, khususnya di provinsi Bengkulu, saya sempat melihat langsung bungan khas Bengkulu, yaitu bunga Raflesia yang sedang mekar,” ungkapnya

Sementara iru terkait dengan misi penyelamatan lingkungan yang ia bawa, disampaikan Kang Andik, dirinya mengakampanyekan tentang kelestarian lingkungan, terlebih keberadaan hutan yang mulai banyak rusak, selama perjalanan mengelilingi Indonesia, Kang Andik menyampaikan pngalamannya mengenai perbedaan keadaan hutan Indonesia pada tahun 1996 hingga 2017 saat ini.

Perbandingan tersebut jelas dilihatnya, karena kondisi hutan di Indonesia saat ini tingkat deforestasinya sangat tinggi, hal ini menurutnya berbeda dengan zaman pada saat dia menjadi pegawai Dinas Kehutanan di Kalimantan.

“Jujur saat ini saya sedih melihat kondisi hutan Indonesia, saya mampir ke dinas kehutanan, pengelolaan Taman Nasional maupun kawasan konservasi lainnya. Banyak staf kehutanan yang mengeluhkan dengan aksi pembalakan liar, illegal logging yang sangat tinggi sedangkan jumlah personil untuk menjaga kawasan tersebut tidak mencukupi,” Ungkap Andik.

Untuk itu disampikan Kang Andik, dalam misi penyelamatan lingkungan ia turun langsung ke masing-masing daerah di Indonesia dangn sasaran pemerintah daerah, ia berharap pemerintah daerah dapat ikut berupaya menjaga kelestarian lingkungan hutan melalui kebijakan yang dibuat, menurutnya, dalam upaya pembangunan manusia, pemerintah juga harus memperhatikan keberadaan lingkungan, sehingga pembangunan manusia dan lingkungan menjadi seimbang.(**)