Puluhan Warga Betungan Demo Perusahaan Kayu

Bengkulu
Budhi//Bengkulu Ekspress Puluhan warga Kelurahan Betungan RT 9 Kota Bengkulu, menggelar demo mendesak penutupan Perusahaan Kayu MA yang diduga melakukan pencemaran udara di lingkungan setempat, kemarin (12/9).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Puluhan Warga Kelurahan Betungan RT 9 Kota Bengkulu, Selasa (12/9), menggelar aksi demo. Mereka mendesak penutupan Perusahaan pengolahan kayu MA, yang diduga melakukan pencemaran udara di lingkungan setempat.

Dalam aksi itu warga mendesak perusahaan itu berhenti beroperasi. Sebab setiap perusahaan itu beroperasi selalu mengepulkan asap tebal hingga warga setempat susah bernapas. Bahkan ada yang sesak napas.

Ketua RT 9 Kelurahan Betungan Kota Bengkulu Agus Tiwan mengatakan, perusahaan ini memang sudah membuat resah warga setempat khususnya di RT 9 ini, sebab setiap perusahaan itu beroperasi proses pembakaran mengeluarkan asap yang membuat warga susah bernapas. Sebelumnya pihak perusahaan tersebut juga sudah dikonfirmasi untuk tidak beroperasi namun tampaknya teguran warga diabaikan dan perusahaan tersebut terus beroperasi.

“Kita warga di sini sudah menegur dengan baik-baik untuk tidak beroperasi llagi, tetapi mereka tidak menghiraukan teguran kita. Oleh karena itu kita menggelar demo dan menutup perusahaan itu sesuai dengan kesepakatan warga RT 9 ini. Beberapa hari yang lalu kita tegur orang perusahaan itu malah menceritakan hasil perusahaan ini mencapai miliaran rupiah, dan tidak menanggapi teguran kita itu,” tuturnya.

Data terhimpun Bengkulu Ekspress, perusahaan itu sudah beroperasi sejak 6 bulan terakhir. Sebelumnya, warga setempat juga sudah menggelar aksi yang sama. Saat itu perusahaan tersebut sempat berhenti beroperasi selama 2 bulan. Setelahnya, perusahaan itu kembali beroperasi dan mengepulkan asap yang sama.

Dalam aksi itu juga tampak Lurah Kelurahan Betungan juga ikut turun dan pihak Polsek Selebar juga ikut memantau aksi puluhan warga itu.

Sebelumnya, selaku Ketua RT 9 Agus Tiwan, sempat mengadu ke Kecamatan, saat itu memang Camat datang ke lokasi tetapi tidak ada tindak lanjutnya lagi. Melihat tidak ada reaksi tindakan dari pihak kecamatan, maka warga setempat berkesimpulan untuk menggelar aksi ini dan menutup perusahaan tersebut. Jika perusahaan ini tidak mau ditutup, maka warga menggelar aksi dan hearing dengan anggota dewan sehingga menemukan titik terang mengenai keluhan warga setempat.

“Ya, kalau pihak perusahaan tidak mau mengikuti kemauan warga, kita akan melakukan aksi lebih besar lagi dengan anggota dewan, bahkan hingga ke Gubernur Bengkulu. Kita lihat saja nanti apakah mereka mau atau tidak, jika tidak kita siap untuk bertindak lebih lanjut lagi sehingga perusahaan ini dapat dihentikan untuk beroperasi,“ ungkapnya.

Lurah Betungan Kota Bengkulu David Edison S.Sos yang berada di lapangan saat dikonfirmasi mengatakan, siap untuk mengikuti kemauan warga jika perusahaan ini memang benar-benar melakukan pencemaran udara di lingkungan ini.

“Ya, saya ini milik warga perwakilan warga, jika warga minta untuk ditutup nanti akan kita diskusikan lagi dengan pimpinan kita untuk mencari jalan keluar atas desakan warga ini,” katanya.

Sejauh ini pemilik usaha pengolahan kayu tersebut belum berhasil dikonfirmasi sehingga keterangannya terkait keluhan warga RT 9 Betungan belum diperoleh. Saat demo warga berlangsung pemilik usaha pengolahan kayu tersebut tidak berada di tempat, sementara semua karyawan perusahaan itu tutup mulut, tidak berani berkomentar. (529)