Puluhan Ton Bibit Kedelai Dikembalikan ke Pusat

kedelai_beKEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepahiang membatalkan rencana penanaman 20 ton kedelai di lahan seluas 500 hektar. Karena, daerah tersebut dinilai tak layak untuk dilakukan penanaman kedelai tersebut. Sehingga, bibit  bantuan dari Kementerian Pertanian itu dikembalikan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Ir Taufik mengatakan, setelah pihaknya melakukan uji coba di Balai Pengujian dan Sertifikasi Beni, ternyata  bibit kedelai  dinyatakan kurang bagus.

“Daya tumbuhnya rendah, sehingga tidak memenuhi syarat. Maka, bibit 20 ton yang disalurkan pusat itu kita kembalikan,” ungkap Taufik.

Meskipun demikian program penanaman padi dan jagung  yang masuk dalam paket program nasional Pajale (padi, jagung dan kedelai) sangat berhasil dilaksanakan Pemda Kabupaten Kepahiang bekerja sama dengan jajaran TNI.

“Padi kita tahun ini ada 2000 hektar, jagung 1500 hektar hanya kedelai yang tidak jadi dikembangkan di Kepahiang,” sebutnya.

Menurutnya, di  2017 Dinas Pertanian akan terus melakukan pembinaan kelompok tani (Poktan) untuk pengembangan Pajale.

“Kalau Kepahiang program pertanian memang mengacu dengan program nasional. Di tahun depan ada Padi, Jagung, cabe dan bawang. Alhamdulillah semuanya ada di Kepahiang,” kata Taufik.
Dijelaskannya, untuk cabe Kepahiang sudah memiliki 75 hektar lahan, bawang merah ditarget 30 hektar. Kemudian ada tanaman jeruk seluas 50 hektar. “Penyaluran tetap melalaui poktan berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan,” tutupnya. (320)