Puluhan Siswa Kesurupan

ary-kesurupan-2-1
Sejumlah guru dan siswa tengah berusaha menenangkan salah satu pelajar SMKN 2 Rejang Lebong yang kesurupan, Senin (21/11). (Foto ARY/BE).

CURUP, BE – Kesurupan massal terjadi di SMKN 2 Rejang Lebong, Senin (21/11) pagi. Tak kurang dari 25 pelajar yang semuanya pelajar perempuan yang mengalami kesurupan.

Untuk mengantisipasi kejadian kesurupan tersebut meluas kepada siswa lainnya, pihak sekolah mengambil kebijakan dengan memulangkan seluruh pelajar dari sekolah.

Menurut keterangan Feri (35), guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMKN 2 Rejang Lebong atau yang sebelumnya bernama SMKN 1 Curup Timur, kesurupan massal tersebut bermula saat seorang siswa yang pingsan ketika sekolah tengah melaksanakan upacara bendera sekitar pukul 08.00 WIB.

Siswa yang diketahui bernama Peni tersebut, kemudian kesurupan. Siswi lainnya bukan berusaha menolong, namun mereka lari karena ketakutan. Saat sejumlah siswi lari tersebut kemudian kesurupan juga menimpa mereka.

“Mereka yang lari tersebut adalah mereka yang sudah pernah kesurupan, sehingga mungkin karena beban psikis mereka jadi kesurupan juga,” terang Feri.

Kemudian, dibantu rekan-rekan lainnya, siswa yang kesurupan kemudian dibawa ke masjid sekolah. Sedangkan siswa yang lain dipersilakan untuk masuk ke kelas masing-masing.

Saat seluruh siswa diminta masuk ke kelas tersebut, kesurupan masih terjadi di beberapa kelas, sehingga pihak sekolah mengambil kebijakan, siswa yang kesurupan dibawa ke masjid sedangkan yang lainnya dipulangkan lebih awal. “Karena khawatir meluas, sehingga siswa lainnya kita minta untuk pulang lebih awal,” tambahnya.

Sementara itu, para pelajar yang kesurupan yang berada di masjid ditenangkan oleh sejumlah guru dan siswa lainnya, serta diadakan ruqyah sehingga satu persatu mereka yang kesurupan pulih dan langsung diantar pulang.
Salah satu siswi yang cukup lama kesurupan dan yang paling terkahir sembuh atas nama Debi Novia pelajar kelas 1 jurusan administrasi pekantoran.

Kepala SMKN 2 Rejang Lebong, Sunardi SPd mengungkapkan, para pelajarnya mengalami kesurupan saat pembina upacara tengah menyampaikan amanatnya. Tiba-tiba salah seorang pelajar bernama Peni pingsan, kemudian kesurupan. “Awalnya hanya lima orang, kemudian meluas, sehingga terpaksa semuanya kita pulangkan,” paparnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, Sunardi mengaku akan meningkatkan pembinaan keagamaan disekolahnya salah satunya mengajak para siswanya untuk selalu berzikir sehingga pikiran mereka tidak kosong.

Sedangkan untuk hari ini apakah masih diliburkan atau tidak, pihak sekolah akan melihat perkembangan terlebih dahulu, bila tidak memungkinkan maka akan diliburkan terlebih dahulu.

“Untuk besok (hari ini) kita akan lihat perkembangan terlebih dahulu, bila tidak memungkinkan maka terpaksa akan kita liburkan dulu,” demikian Sunardi.(251)