Puluhan Kios Dihancurkan

Pedagang Histeris

foto-a-rio-pemilik-kios-hadang-alat-berat-histeris-protes-kios-dibongkar-2
MENOLAK: Seorang ibu-ibu pedagang Pasar Panorama, Kota Bengkulu, menghadang alat berat jenis ekskavator milik Dinas PU Kota Bengkulu yang sedang meratakan lahan Pasar Panorma, Kamis (17/11) pagi. (Foto RIO/BE).

BENGKULU, BE – Puluhan lapak/auning pedagang yang berada di belakang eks bangunan terminal Pasar Panorama, Kota Bengkulu, akhirnya berhasil diratakan menggunakan alat berat excavator milik Dinas PU Kota Bengkulu, kemarin (17/11).

Meski sempat menimbulkan protes oleh pemilik kios, hal itu tidak menyurutkan petugas untuk meratakan puluhan kios tersebut.

Pantauan BE, penggusuran yang dimulai sejak pukul 10.00WIB ini meratakan 54 bangunan kios atau lapak milik pedagang. Melihat kios mereka dihancurkan, sejumlah pedagang pun histeris dan meminta ganti rugi, karena pemberitahuan baru diterima satu hari sebelum eksekusi tersebut dilakukan.

“Suratnya baru dikasih 16 November, disamping memang sudah dibuka tapi untuk saya tidak dikasih tahu. Seharusnya diberikan tempo waktu paling tidak hingga 3 hari untuk kami berbenah,” protes Sitorus, penjual makanan dan minuman.

Sebab itu Sitorus meminta pertanggungjawaban pihak Pemerintah Kota Bengkulu, karena dirinya sekarang binggung harus pindah kemana. Meski telah diarahkan ke Pasar Pagar Dewa, ia mengaku belum ada kepastian tempat untuk ditempati, sehingga dikhawatirkan terjadi bentrok oleh pedagang lain.

“Disediakan tapi tidak jelas, nanti kita masuk situ ada orang lain yang ngaku-ngaku milik dia. Jadi sekarang kami simpang-siur karena kita belum bisa pindah seutuhnya disitu,” ungkap Sitorus.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi, SSos menyampaikan, sebelum melakukan pihaknya melakukukan penggusuran bersama tim gabungan instansi terkait, sudah melakukan sosialisasi hampir 2 minggu.

Bahkan 3 hari sebelumnya alat berat ini diturunkan pihaknya sudah membantu pedagang untuk saling bergotong-royong memindahkan barang dagangannya menggunakan mobil untuk ditempatkan di kios Pasar Pagar Dewa.

“Bagi pedagang yang belum dapat surat pindah tadi sudah diurus dengan UPTD pasarnya, bagaimana yang direlokasi nanti tertampung semua, tapi sebagian memang sudah ada di Pasar Pagar Dewa,” terang Mitrul.

Setelah proses pemerataan lahan ini selesai, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bengkulu akan segera memperbaiki siring pasar, kemudian mendirikan kembali auning/kios serta infrastruktur lainnya dengan anggaran mencapai Rp 28 miliar karena akan disesuaikan standar kebutuhan pedagang.

“Jadi setelah area ini selesai maka kita akan lakukan perbaikan siring, kemudian drainase di Pasar Panorama ini semuanya kita permanenkan,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU kota, Syafriandi MSi.(805)