PT Injatama Stop Aktivitas Pengapalan

Suasana Pelabuhan milik PT Injatama saat disidak Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat (18/08/2017)
Suasana Pelabuhan milik PT Injatama saat disidak Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Jumat (18/08/2017)

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pasca viralnya video dugaan pembuangan batu bara ke laut wilayah desa Pasar Ketahun Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara, manajemen pelabuhan khusus PT Injatama belum melakukan aktivitas pengapalan batu bara. Pernyataan ini disampaikan langsung Port Manager Pelabuhan PT Injatama, Yunan Isnanto saat diwawancarai usai mendampingi sidak Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Jum’at (18/08/2017).

“Sejak kejadian dibuangnya batu bara dari kapal KM Ketahun Jaya, hingga saat ini kita sama sekali belum melakukan pengapalan lagi
atau pun aktivitas pengiriman. Pengapalan kembali kita lakukan, setelah masalah pembuangan batu bara kelaut itu terdapat titik terang,” ungkap Yunan.

Menurutnya, pembuangan batu bara yang sempat direkam oleh warga dilakukan bukan atas dasar kesengajaan, namun langkah itu diambil lantaran benar-benar terpaksa dan menghindari adanya korban.

“Jika tidak dibuang, besar kemungkinan akibat kandasnya kapal menyebabkan kapal karam dan jatuhnya korban jiwa. Karena terlambat sedikit saja batu bara dibuang, kapal bisa terbalik,” kata Yunan.

Dikatakan Yunan saat peristiwa itu terjadi kapal bermuatan 571 ton batu bara.Setelah dibuang yang tertinggal di kapal sekitar 100
ton saja. Namun, setelah pembuangan dengan melibatkan masyarakat pihak Injatama melakukan pemunguntan kembai, dan hingga hari ini masih berlangsung.

“Dengan berbagai upaya batu bara sudah kita ambil kembali melibatkan masyarakat walaupun saat ini belum bisa dipastikan berapa banyak yang berhasil dipungut,” ujarnya.

Terkait permasalahan lingkungan hidup, pihaknya bersama OPD terkait telah mengambil sampel air.
“Untuk ada tidaknya tingkat pencemaran, itu tergantung tim ahli. Kita sebenarnya dari pihak perusahaan setiap bulan juga selalu mengambil
air untuk mengetahui tingkat pencemaran,” Yunan memungkasi. (Dil)