Prosedur Pendaftaran Bikin Bingung Para Pelamar CPNS

CPNSjpnn.com, TANJUNG SELOR – Para pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengaku dibuat bingung dengan prosedur pendaftaran.

Dari ribuan peserta yang mencoba peruntungan, beberqpa di antaranya mengeluhkan tidak adanya informasi yang valid terkait teknis dan tahapan-tahapan secara detil. Seperti penyediaan papan pengumuman oleh pihak panitia.

Khususnya yang berkaitan dengan pengambilan kartu atau nomor yang nantinya digunakan untuk mengikuti tes menggunakan sistem computer assisted test (CAT) di Tanjung Selor, Ibu Kota Kaltara.

Pertanyaan ini muncul dari salah seorang peserta asal Tarakan, Bulan (24). Wanita berhijab ini mempertanyakan soal sistem pengambilan nomor peserta tes nantinya, apakah harus kembali ke Tanjung Selor atau tidak.

“Itu bagaimana Mas ya? Bisakah nanti pas tes saja kita baru ambil,” tanyanya kepada awak media Radar Kaltara (Jawa Pos Group).

Begitu juga dengan calon pendaftar lainnya, Ramli (26). Pria asal Makassar ini juga menanyakan hal yang sama. Mengingat dirinya datang jauh dari kota daeng dan sangat membutuhkan informasi yang akurat.

Apalagi, selama mengikuti tahapan, banyak peserta yang tentunya harus merogoh kocek yang tak sedikit.

Selain transportasi, penginapan juga untuk biaya makan selama berada di Kota Ibadah–sebutan lain Tanjung Selor.

Belum lagi, jika mereka harus bolak-balik dari tempat asalnya. Sedangkan untuk biaya selama di Kaltara juga tak sedikit untuk memperebutkan 500 formasi yang disediakan.

“Kita harus kembali ke sinikah (Tanjung Selor, Red) nanti kalau sudah waktu pengambilan nomor itu?” tuturnya dengan wajah bingung.

Menyikapi hal itu, Kepala BKD Kaltara, Muhammad Ishak menegaskan, untuk cetak kartu atau nomor ujian itu dilakukan secara online.

Hal itu sudah dicantumkan dalam pengumuman yang diedarkan oleh pihaknya melalui sosial media (sosmed) selama ini.

“Itukan sistem online, jadi silahkan cetak di tempat atau daerah masing-masing, mulai tanggal 2 sampai 6 Oktober mendatang,” jelas Islak.

Artinya, kata dia, peserta yang berasal dari luar Tanjung Selor ibu kota provinsi termuda di Indonesia ini dipersilakan kembali saat jadwal pelaksanaan seleksi yang ditetapkan pada 9 Oktobr 2017 sesuai dengan ketentuan pada surat edaran Gubernur Kaltara.

“Coba peserta ini baca kembali baik-baik ketentuan yang sudah ada. Jangan dengan isu dari luar. Kalau sudah baca tapi masih ragu, silahkan langsung ke kami, nanti kami yang lagsung menjelaskan itu,” imbuhnya.

Selain itu, Ishak menambahkan, untuk jumlah peserta yang mendaftar secara online hingga pukul 16.00 Wita Sabtu, sudah mencapai 17.962 orang. Tapi yang melakukan verifikasi offline baru mencapai 9-ribuan pendaftar.

“Sedangkan untuk peserta yang sudah lolos verifikasi online sebanyak 4.405 orang. Itu per jam 4 tadi (Sabtu, red) dengan melibatkan 15 verifikator,” tuturnya seraya mengatakan jika dilihat dari nomor antrean verifikasi yang sudah dibagikan jumlah peserta sudah mulai berkurang.

“Yang mengambil nomor antre baru sekira 1.000 orang lebih. Sementara dalam sehari kami mampu melayani 3.000 orang peserta yang ingin melakukan verifikasi dengan melibatkan 80-an verifikator.

“Nanti kalau sudah mulai berkurang verifikatornya kita alihkan sebagian ke yang online biar bisa cepat semua selesai,” pungkansya. (iwk/keg)