Produksi Listrik PGE Mundur

pge-lebong-small
Dwi/BE PGE : Bencana longsor dan banjir bandang mengakibatkan mundurnya produksi listrik PT PGE yang direncanakan hingga akhir 2019.

TUBEI,Bengkulu Ekspress – PT PGE Hulu Lais Kabupaten Lebong yang direncanakan berproduksi ditahun 2018 mendatang tampaknya memiliki kendala. Pasalnya, paska kejadian longsor dan banjir bandang pada April lalu, produksi listrik PT PGE diperkirakan mundur hingga akhir 2019. Hal ini dikarenakan pihak PT PGE masih melakukan perbaikan instalasi pengeboran di cluster A yang hancur diterjang banjir bandang dan longsor tersebut.

“Hampir seluruh pipa uap yang sudah dipasang di lokasi pengeboran cluster A hancur akibat longsor. Perbaikan instalasi pipa ini memerlukan waktu. Hal inilah yang menyebabkan target produksi kita mundur,” kata Direktur PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Irfan Zainudin kepada Bengkulu Ekspress kemarin (1/11)Lebih jauh diungkapkan Irfan, saat ini PGE baru memiliki 8 cluster (Cluster A,B,C,D,E,M,P dan Q). Dengan luas cluster masing-masing mencapai kisaran 4-5 Ha, ditambah lagi dalam 1 cluster tersebut terdapat 3 hingga 4 sumur.

“Baru 2 cluster yang sudah di uji potensi, dimana kedua cluster tersebut dapat menyumbang hingga 40 MW. Potensi yang sudah kita uji di Cluster A ada sekitar 20 MW untuk 3 sumur, satu lagi sudah diuji di Cluster C potensi kurang lebih 20 MW. Sisanya masih tahap pengeboran,” jelas Irfan.

Direktur Panas Bumi dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Syaiful Yunus mengatakan, sesuai dengan program Pemerintah, Presiden Joko Widodo meminta agar pembangunan mega proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt (MW) bisa sesuai target. Menurutnya, proyek ini sangat penting demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Kementerian ESDM menargetkan energi terbarukan sebesar 23%,. PT PGE diwajibkan menyuplai sebanyak 7200 MW energi listrik. Dengan besaran suplai tersebut, Kabupaten Lebong mengambil andil dalam penyuplaian target energy sebanyak 2×55 MW.

“Saat ini kabupaten Lebong merupakan salah satu penyuplai energy listrik dari target yang telah pemerintah sebesar 35 ribu MW. Untuk itu, proyek PT PGE harus terus dilanjutkan hingga bisa mencapai 2×55 MW,” terang Yunus.(777)