Potensi Laut Baru Tergarap 48 persen

Gelombang tinggi  dan angin  kencang nelayan diingatkan  tidak melautBENGKULU, BE – Provinsi Bengkulu memiliki potensi laut yang besar, namun hingga saat ini potensi tersebut belum tergarap dengan maksimal. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, potensi tangkap ikan perairan laut Bengkulu mencapai 128.000 ton/tahun, namun nelayan baru mampu menggarapnya 48 persen. Hal ini pula yang memicu rendahanya kesejaheteraan nelayan di Provinsi Bengkulu.

“Kendalanya utama yang kita hadapi adalah armada kapal masih kapal kecil. Kita sudah mengusulkan ke pemerintah pusat sebanyak 300 kapal dengan kapasitas 5 sampai 20 gros ton tahun 2015 ini, tapi yang disetujui hanya 94 unit kapal,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bengkulu, Ir Rinaldi, kemarin.

Menurutnya, untuk produksi perikanan tangkap baru tergarap 52.000 ton/tahun dan budidaya perikanan 58.000 ton/tahun. Jika sudah maksimal maka akan sampai 100 ribu ton pertahun, apalagi dengan memafatkan potensi ikan dilaut dari Mukomuko hingga Kaur yang selama ini belum tergarap dengan maksimal.

“Jika hasil tangkapan nelayan Bengkulu sudah diatas 100 ton/tahun, maka produksi hilirnya membuat pabrik pengalengan ikan, dan rencananya tahun 2016 ini juga didirikan pabrik pakan ternak bahan baku ikan di Bengkulu,” ujarnya.

Sementara untuk perikanan tangkap bagi nelayan sudah dilarang mengunakan trwal oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, tapi Gubernur Bengkulu H Junaidi masih memberikan toleransi, dengan alasan untuk menghormati kearifan lokal dan perizinan trawl itu kewenangannya ada di kabupaten/kota bukan provinsi.

“Untuk trawl memang masih ada toleransi dan izinnya memang bukan di provinsi tapi di kabupaten/kota,” jelasnya.

Mengenai tingkat konsumsi ikan di masyarakat Bengkulu, lanjutnya, jika dibandingkan tahun 2014 lalu mengalami kenaikan 2 persen dari 28 kilogram/tahun/kapita naik menjadi 30 kilogram/tahun/kapita.(400)